alexametrics
Kamis, 29 Jul 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features
Eka Agus Indriyati, Nakes Penyintas Covid-19

Berhasil Sembuh setelah 32 Hari Jalani Perawatan Medis

19 Juli 2021, 18: 20: 01 WIB | editor : Abdul Basri

ISOMAN: Plt Kepala Puskesmas Bringkoning Eka Agus Indriyati berjemur di depan rumah saat isoman.

ISOMAN: Plt Kepala Puskesmas Bringkoning Eka Agus Indriyati berjemur di depan rumah saat isoman. (EKA FOR RadarMadura.id)

Share this      

Eka Agus Indriyati terbilang cukup lama menjalani perawatan medis usai terinfeksi Covid-19. Setelah 32 hari berjuang melawan virus korona yang menyerang imunitas tubuhnya, akhirnya dia dinyatakan sembuh.

ANIS BILLAH, Sampang, Jawa Pos Radar Madura

PERSEBARAN coronavirus disease 2019 (Covid-19) tidak pandang bulu. Masyarakat yang tinggal di desa atau kota tidak ada yang luput dari serangan virus korona. Mulai dari kalangan pejabat, tenaga kesehatan (nakes), hingga petani tidak sedikit yang terpapar virus yang kali pertama ditemukan di Tiongkok tersebut.

Baca juga: Bupati Ra Latif Serahkan Puluhan Hewan Kurban

Meski demikian, mayoritas pasien Covid-19 berhasil disembuhkan. Hal itu, berdasar data sebaran Covid-19 di Kabupaten Sampang. Dari 1.699 pasien yang positif Covid-19, sebanyak 1.367 di antaranya berhasil sembuh. Sementara yang meninggal sampai Sabtu lalu (17/7) tercatat 92 orang.

Eka Agus Indriyati termasuk pasien Covid-19 yang berhasil sembuh. Perempuan yang menjabat Plt Kepala Puskesmas Bringkoning itu cukup lama terinfeksi virus korona, yakni selama 32 hari. Terhitung sejak menerima hasil tes polymerase chain reaction (PCR), menjalani perawatan medis, dan berjuang melawan virus korona.

Sejak awal, Eka mengaku tidak merasakan gejala yang aneh atau mengarah ke Covid-19. Hanya, dia waswas karena sering kontak dengan pasien yang terpapar Covid-19. Sebab, nakes merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Seperti perasaan sebagian warga pada umumnya, Eka sedikit takut ketika akan melakukan tes PCR. Setelah merenung, Eka akhirnya berhasil menepis rasa takutnya. Dia berpikir, lebih baik tahu dari awal agar bisa mengantisipasi dengan cepat. ”Kalau hasilnya positif, yang saya pikirkan saat itu adalah keselamatan keluarga,” katanya kemarin (18/7).

Benar saja. Hasil tes PCR yang diterima pada 15 Juni lalu menyatakan Eka positif covid. Anak pertamanya juga ikut terpapar dari hasil tracing yang dilakukan Puskesmas Banyuates. Langkah pertama yang dilakukan, berkomunikasi dengan suaminya, Hermawan Andrianto. Hasilnya, pihak keluarga sepakat melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Selama 11 hari menjalani isoman, kondisi Eka dan keluarga baik-baik saja. Selain mengonsumsi vitamin, Eka juga menjaga porsi makanan. Pada 24 Juni lalu, Eka menerima kabar duka bahwa salah satu nakes di Puskesmas Bringkoning meninggal karena Covid-19. ”Ketika mendengar kabar salah satu staf (Subagyo, Red) meninggal, saya stres. Tensi turun, jantung berdebar-debar,” ceritanya.

Hal itu ternyata memengaruhi kondisi kesehatan ibu dua anak itu. Buktinya, pada hari ke-12 menjalani isoman, Eka mengalami demam tinggi, batuk, pilek, dan tenggorokan terasa sakit. Obat penurun panas hanya mampu bekerja beberapa jam saja. Kondisi tersebut semakin parah setelah Eka menerima kabar bahwa orang tuanya yang berdomisili di Surabaya juga terpapar Covid-19.

Keesokan harinya, Eka kehilangan fungsi indra penciuman atau anosmia. Saturasi oksigen mulai turun di angka 94. Akhirnya, Eka memutuskan menjalani perawatan di RSUD dr Mohammad Zyn Sampang. Tiga hari menjalani perawatan, kondisi kesehatan membaik. ”Saya lima hari dirawat di RSUD Sampang. Hari ketiga, panas turun dan anosmia sembuh,” ungkapnya.

Eka mengaku lebih tenang saat dirawat di rumah sakit. Apalagi selama dirawat, dia mendapat dukungan semangat dari keluarga. Hal itu membuat Eka semakin termotivasi untuk sembuh dari Covid-19. Usahanya tidak sia-sia. Kamis (15/7), Eka sudah kembali beraktivitas di Puskesmas Bringkoning. ”Saya bersyukur bisa tahu lebih awal terpapar Covid-19. Ketika ada gejala, saya tahu apa yang harus dilakukan,” terangnya.

Eka mengimbau seluruh masyarakat tidak takut memeriksakan diri jika mengalami gejala mengarah ke Covid-19. ”Tidak perlu takut dan cemas meski dinyatakan positif Covid-19. Lebih baik tahu dari awal agar bisa cepat diobati. Jangan takut di-swab. Sebab, itu langkah awal yang bagus. Kalo sudah terpapar tapi tidak di-swab, kondisinya bisa lebih parah dan sulit tertolong,” tandasnya.

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news