alexametrics
Kamis, 29 Jul 2021
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Anggarkan Vaksinasi Capai Rp 11 Miliar

16 Juli 2021, 15: 24: 44 WIB | editor : Abdul Basri

TENANG: Tim vaksinator Puskesmas Sreseh, Sampang, menyuntikkan vaksin di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Arrahmaniyah Pramian Timur, Desa Taman, kemarin.

TENANG: Tim vaksinator Puskesmas Sreseh, Sampang, menyuntikkan vaksin di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Arrahmaniyah Pramian Timur, Desa Taman, kemarin. (PUSKESMAS SRESEH FOR RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Vaksinasi Covid-19 terus digenjot. Pemkab Sampang sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 11 miliar untuk menunjang kebutuhan vaksinasi. Anggaran tersebut bersumber dari APBD hasil refocusing.

Plt Kepala Dinkes dan KB Sampang Agus Mulyadi menyampaikan, pada dasarnya pengadaan vaksin Covid-19 sudah ditanggung pemerintah pusat. Meski begitu, pihaknya perlu menyiapkan anggaran untuk mendukung proses vaksinasi tersebut. Karena itu, pihaknya menyiapkan anggaran Rp 11 miliar. ”Vaksinnya kita dropping dari pusat. Kebutuhan sudah ditanggung pemerintah,” katanya kemarin (15/7).

Penentuan anggaran dari hasil refocusing sudah diatur dalam peraturan menteri kesehatan (permenkes). Total anggaran refocusing Rp 62,5 miliar untuk penanggulangan bencana nonalam tersebut. Paling banyak dialokasikan untuk bidang kesehatan sebanyak Rp 58,6 miliar.

Baca juga: Wagub Emil Cek Oksigen Konsentrator

Agus mengungkapkan, anggaran vaksinasi tidak digunakan untuk pengadaan vaksin Covid-19. Anggaran Rp 11 miliar tersebut akan dimanfaatkan untuk kebutuhan logistik pada saat vaksinasi. Di antaranya, pengadaan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan (nakes), transportasi, promosi serta kebutuhan penunjang yang lain.

”Honor vaksinator juga kita ambilkan dari situ (Rp 11 miliar). Termasuk juga konsumsi petugas,” ungkapnya.

Agus mengakui saat ini serapan anggaran vaksinasi masih rendah. Dia tidak hafal serapan anggaran yang diambilkan dari dana tersebut. Sementara penggunaan anggaran hanya pada kebutuhan konsumsi dan operasional penunjang vaksinasi Covid-19.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan serapan anggaran masih rendah. Di antaranya, karena terjadi beberapa perubahan regulasi terkait refocusing anggaran. Proses refocusing tahap ketiga baru disahkan.

”Saya tidak tahu persisnya serapannya berapa. Tapi, bulan ini kita akan genjot agar proses vaksinasi terealisasi dengan baik,” janjinya.

Data pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sampang sudah mencapai 31.541 sasaran pada 14 Juli. Paling banyak sasaran yang sudah divaksin petugas publik sebanyak 21.906 dan masyarakat kumum 6.384 orang. Kemudian, SDM kesehatan 2.174, lansia 1.006, dan nonkategori 37 orang. Untuk kategori masyarakat rentan 24 dan remaja 10 sasaran.

Kepala Puskesmas Sreseh Nurus Zakiyah mengutarakan, pihaknya tidak bisa bergerak sendiri dalam melakukan vaksinasi. Untuk penggiringan sasaran vaksin dilakukan oleh forkopimcam, kepala desa, dan instansi pemerintah yang lainnya. Pihaknya terus berkoordinasi untuk mempercepat proses vaksinasi.

Dia mengaku, hampir setiap hari turun ke desa dan lembaga pendidikan untuk melakukan vaksinasi. Menurutnya, masyarakat semakin antusias untuk melakukan vaksinasi. Minggu depan tim vaksinator Puskesmas Sreseh mulai melakukan suntik vaksin untuk dosis kedua.

 ”Alhamdulillah, akhir-akhir antusiasme masyarakat semakin baik untuk vaksin. Memang ada beberapa yang masih takut,” tukasnya. (bil)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news