alexametrics
Kamis, 29 Jul 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Hina Presiden, Perantau Ditangkap Polisi

16 Juli 2021, 15: 15: 20 WIB | editor : Abdul Basri

DIMINTAI KETERANGAN: Kasatreskrim AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo menginterogasi Mali di ruang penyidik Polres Bangkalan Rabu dini hari (14/7).

DIMINTAI KETERANGAN: Kasatreskrim AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo menginterogasi Mali di ruang penyidik Polres Bangkalan Rabu dini hari (14/7). (ISTIMEWA)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura­ – Tempat usaha yang selalu digusur satpol PP membuat Mali kesal. Dia melampiaskan kekecewaannya dengan membuat video. Namun, hasil produksinya itu justru membuat warga Desa Rosep, Kecamatan Blega, Bangkalan, itu berurusan dengan polisi. Pasalnya, video itu diduga bermuatan cacian kepada Presiden RI Joko Widodo dan kepada aparat kepolisian.

Tim Resmob Polres Bangkalan mengamankan Mali di Jalan Raya Burneh, Bangkalan, pada Rabu (14/7) sekitar pukul 02.30. Pria 41 tahun itu beralamat di Kecamatan Blega. Namun, selama ini dia merantau ke Bogor, Jawa Barat.

Penangkapan dipimpin Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo. Hasil interogasi, video yang berdurasi 15 detik itu dibuat melalui handphone pribadinya Rabu (7/7). Dia membuat video tersebut karena saat berjualan selalu digusur oleh satpol PP.

Baca juga: Singapura Komitmen Tambah Investasi di Indonesia, Ini Alasannya!

Video tersebut viral di TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube Selasa (13/7). Polisi kemudian memburu Mali. Jajaran aparat kepolisian Polda Jawa Barat sempat kesulitan. Sebab, hasil pelacakan melalui sinyal HP masih di Bogor. Sementara Mali sudah pulang ke Madura.

Dia diamankan tim Resmob Polres Bangkalan saat menggunakan kendaraan umum. Lalu, dibawa ke Polres Bangkalan. Rabu siang (14/7) dilimpahkan ke Polda Jawa Timur. Selanjutnya ditangani oleh Subdit Siber Ditreskrimsus. ”Kasusnya ditangani Polda Jatim,” ujar Sigit kemarin (15/7).

Ketua PC NU Bangkalan KH Makki Nasir menyampaikan, insiden tersebut harus jadi pelajaran. Dalam situasi apa pun jangan sampai keluar dari norma atau akhlak. ”Dampaknya, kalau tidak pakai norma, emosi tidak terkontrol, akan merugikan diri sendiri karena akan diproses hukum,” katanya.

Kiai Makki mengajak masyarakat hati-hati dan bijaksana dalam bermedsos agar bisa mengendalikan emosi. Aparat juga diharapkan lebih aktif menggelar patroli siber dan menertibkan unggahan yang memancing emosi masyarakat.

Menurut dia, Mali melakukan itu karena reaksi dari hoaks dan sebagainya. ”Hal-hal yang tidak bagus di medsos yang menimbulkan emosional masyarakat harus diperhatikan oleh aparat,” imbuhnya.

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news