alexametrics
Kamis, 29 Jul 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Kantor IBI Jadi Rumah Bersalin Pasien Covid-19

15 Juli 2021, 17: 20: 04 WIB | editor : Abdul Basri

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. (ONGKY ARISTA UA./RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Lonjakan pasien Covid-19 di Pamekasan menjadi atensi semua pihak. Pasalnya, sejumlah fasilitas kesehatan sudah kekurangan tempat untuk menampung pasien. Kondisi ini langsung mendapat perhatian Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Bupati muda tersebut menunjuk kantor Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menjadi tempat persalinan bagi pasien positif Covid-19.

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam itu mengatakan, saat ini bangsa Indonesia tengah diuji oleh pandemi Covid-19. Termasuk Kabupaten Pamekasan. Menurut dia, jumlah kasus positif Covid-19 kian bertambah. Seiring kondisi tersebut, rumah sakit rujukan Covid-19 pun penuh.

Di sisi lain, lanjut Mas Tamam, banyak ibu yang hendak bersalin. Setelah dites usap ternyata positif. Karena rumah sakit penuh, mereka pun tertolak dan tidak memperoleh pelayanan.

Baca juga: Pastikan Hewan Kurban Bebas Zoonosis

”Kami menunjuk kantor IBI untuk jadi tempat khusus persalinan bagi ibu hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kebijakan dan langkah ini sifatnya segera, karena setiap hari penambahan kasus terus terjadi,” ucap Mas Tamam kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (14/7).

Dia memastikan, dalam waktu dekat kantor IBI yang berada di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu itu akan segera ditempati. Dirinya berharap dengan solusi tersebut tidak ada lagi ibu hamil yang hendak melahirkan ditolak karena positif Covid-19.

Mantan aktivis PMII Jawa Timur itu mengatakan, selain IBI, rumah sakit rujukan juga sudah menyediakan bed khusus untuk pasien Covid-19 yang hendak bersalin. RS tersebut adalah RSUD Smart yang menyediakan sembilan bed. Sedangkan RS rujukan lainnya adalah RSU Mohammad Noer yang menyediakan empat bed.

Mas Tamam menjelaskan, pemkab tidak hanya akan menyiapkan tempat. Tetapi, tenaga kesehatan untuk persalinan juga disiagakan di tempat tersebut. Oleh karena itu, pihaknya akan segera melakukan rektrutmen tenaga kesehatan. Mulai dari perawat, bidan, dan dokter.

Rekrutmen tersebut dikatakan sangat mendesak karena selama dua bulan terakhir banyak nakes yang terpapar Covid-19 dan meninggal dunia. ”Rekrutmen ini untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan yang terpapar,” ungkapnya.

Politikus PKB ini juga berharap, masyarakat saling menguatkan dan mengedukasi pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, dirinya meminta masyarakat untuk mendukung PPKM darurat demi memutus rantai persebaran Covid-19.

”Masyarakat berklaster-klaster dalam memahami Covid-19 sejak awal pandemi. Untuk itu, kita perlu bahu-membahu saling mengedukasi mengenai pentingnya langkah antisipasi dengan taat dan ketat dalam menerapkan prokes. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu. Mari bersama-sama berikhtiar dan berdoa,” katanya. (ky/fei)

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news