alexametrics
Kamis, 29 Jul 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Melihat Aksi Zulfikar, Siswa SMP yang Sadar Pentingnya Vaksin

Minta Antar Ibu, Ikuti MPLS Online

14 Juli 2021, 18: 45: 08 WIB | editor : Abdul Basri

SEMANGAT: Siswa baru SMPN 2 Bangkalan Zulfikar Arsyi Mubarok mengikuti pembelajaran daring di tempat vaksinasi di Gedung Serbaguna Roto Ebuh kemarin.

SEMANGAT: Siswa baru SMPN 2 Bangkalan Zulfikar Arsyi Mubarok mengikuti pembelajaran daring di tempat vaksinasi di Gedung Serbaguna Roto Ebuh kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) digelar secara online. Tujuannya, agar siswa tetap di rumah saja. Namun, hal ini tidak dilakukan oleh Zulfikar Arsyi Mubarok. Siswa baru SMPN 2 Bangkalan ini kemarin (13/6) mengikuti MPLS online di tempat vaksinasi Gedung Serbaguna Rato Ebuh. Mengapa?

JUPRI, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

PULUHAN warga duduk di kursi berwarna merah yang tertata rapi di halaman Gedung Serbaguna Rato Ebuh kemarin (3/7). Mereka menunggu antrean untuk melakukan vaksinasi. Terlihat tangan meraka memegang lembaran kertas putih. Kertas tersebut merupakan formulir pendaftaran vaksin covid-19.

Baca juga: Siapkan Vaksinasi Booster untuk 3.642 Nakes

Dari sekian banyak orang yang menungu giliran suntik vaksin, perhatian Jawa Pos Radar Madura (JPRM) tertuju pada seorang anak. Bocah tersebut tidak duduk di kursi yang sudah disediakan. Dia memilih jongkok di atas paving dan menjadikan kursi sebagai meja.

Posisi badan anak tersebut membelakangi arah antrean. Tangan kirinya memegang telepon seluler berwarna putih. Sedangkan tangan kanannya menggenggam bolpoin.

Sesekali tampak dia menulis sesuatu di atas putih yang diletakkan di atas kursi yang dijadikannya meja. Di belakang dia tampak seorang ibu menemaninya dengan posisi sama. Jongkok dan membelakangi arah antrean.

Anak tersebut adalah Zulfikar Arsyi Mubarok. Sedangkan perempuan yang menemaninya adalah sang ibu, Puji Semidiwati. Zulfikar ada di sana karena sedang menunggu antrean vaksinasi. Namun, di sela penantian, Zulfikar harus mengikuti MPLS online yang digelar sekolah SMPN 2 Bangkalan.

Siswa berusia 12 tahun itu mengaku MPLS online di rumahnya mulai pukul 07.00 hingga 10.00. Setelah berakhir, dia meminta ibunya diantar ke Gedung Serbaguna Rato Ebuh. Tujuannya, ikut vaksinasi.

Namun, setelah mendapat formulir pendaftaran vaksinasi, Zulfikar menerima informasi dari grup WhatsApp bahwa MPLS dilanjutkan pukul 11.00. Karena tak ingin ketinggalan suntik vaksin, anak itu pun memilih mengikuti MPLS online dari lokasi vaksinasi.

”Saya kira tadi sudah selesai, makanya berangkat untuk vaksin. Ternyata masih dilanjutkan, ya sudah saya ikut MPLS dari sini,” ucapnya polos.

Siswa yang baru saja menyelesaikan pendidikan di SDN Kemayoran 1 itu mengaku tidak terganggu meski harus mengikuti MPLS online dari lokasi vaksinasi. Kondisi itu juga tidak mengurangi konsentrasi dirinya meski hanya mengikuti MPLS online dengan bermodal selembar kertas fotokopi kartu keluarga (KK).

Menurut Zulfikar, MPLS online di lembaganya dimulai Senin (12/7) dan akan berakhir kemarin. Usai MPLS, sekolah akan menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dimulai Kamis (15/7). Tetapi, pelaksanaannya tetap melalui daring.

”Saya berharap kondisi pandemi ini segera terakhir. Saya ingin sekolah seperti biasa (tatap muka, Red),” ucap siswa yang tinggal di Jalan Zainal Alim, Kelurahan Kemayoran, terebut.

Di tempat yang sama, Puji Semidiwati menyatakan, kedatangannya ke Gedung Roto Ebuh atas permintaan anaknya yang ingin mendapat vaksin. ”Itu atas permintaan anaknya sendiri tanpa paksaan dari dirinya selaku orang tua,” ucap sang ibu.

Perempuan berjilbab itu mengatakan, anaknya mendapat imbauan dari sekolahnya untuk melaksanakan vaksinasi. Selaku orang tua, dirinya mau mengantar karena vaksin dapat berdampak positif kepada anaknya agar tidak mudah terpapar Covid-19. ”Orangnya sendiri yang mau divaksin, saya hanya mengantarkan,” ungkapnya.

Puji sangat berharap pembelajaran tatap muka (PTM) segera dibuka oleh pemerintah. Karena lebih efektif dibandingkan KBM dilaksanakan secara online. Jika harus melalui vaksinasi, dirinya barharap vaksinasi kepada siswa dipercepat. Agar pembelajaran tatap muka (PTM) segera dilakukan.

Kepala SMPN 2 Bangkalan Edy Hariyadi mengakui lembaganya mengimbau seluruh siswa mengikuti vaksinasi. Seruan yang disampaikan adalah tindak lanjut dari pemberitahuan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan bahwa anak yang berusia 12–17 tahun juga bisa divaksinasi.

”Kami hanya mengimbau, untuk melakukan vaksinasi atau tidak sudah kewenangan orang tua,” tutur pria yang juga anggota Dewan Pendidikan Bangkalan tersebut.

Menurut Edi, vaksinasi bagi siswa anak sangat penting untuk meminimalkan adanya siswa yang terpapar Covid-19. Juga tidak menutup kemungkinan ada kebijakan PTM dilakukan bilamana warga sekolah semuanya tervaksinasi. (fei)

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news