alexametrics
Kamis, 29 Jul 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Periksa Dua Pemilik Akun FB

13 Juli 2021, 17: 23: 32 WIB | editor : Abdul Basri

WAJIB LAPOR: Polisi berada di sekitar ruang penyidik Satreskrim Polres Sampang kemarin.

WAJIB LAPOR: Polisi berada di sekitar ruang penyidik Satreskrim Polres Sampang kemarin. (MOH. IQBAL/RadarMadura.id)

Share this      

  SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Penyidik Satreskrim Polres Sampang terus mendalami kasus pelecehan terhadap salah seorang kiai di Sampang. Pelecehan tersebut dilakukan sejumlah akun Facebook terhadap Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempal, Kecamatan Omben, KH. Syafiudin. Kemarin (12/6) polisi sudah memeriksa dua pemilik akun Facebook. Yakni, AA, warga Sampang, dan Zaini, warga Pamekasan.

            Kasatreskrim Polres Sampang AKP Daryanto menyatakan, kedunya memenuhi panggilan polisi yang dilayangkan kemarin. Sebelumnya, mereka mangkir dari panggilan penyidik. ”Benar, hari ini (kemarin, Red) ada dua orang yang kami periksa,” ucap perwira dengan balok tiga di pundaknya itu.

            Daryanto juga mengungkapkan bahwa pemeriksaan terhadap keduanya masih dalam pengumpulan data dan informasi. Dengan demikian, lanjut dia, memudahkan polisi dalam melakukan pengungkapan. ”Yang jelas, keduanya sudah dimintai keterangan,” ungkapnya singkat.

Baca juga: Perjalanan Harun Al Rasyid dari Pesantren hingga Jadi ”Raja OTT”

            Dari hasil pemeriksaan polisi, kedua pemilik akun Facebook tersebut mengaku tidak tergabung di dalam grup yang terdapat unggahan video KH. Syafiudin. Bahkan, mereka mengaku tidak mengenal orang yang mengunggah video berdurasi 1,20 detik yang berisi imbauan vaksinasi itu.

            ”Hasil keterangan kedua orang itu, mereka mengaku tidak tergabung di dalam grup yang dilaporkan oleh pengadu. Keduanya berkomentar di grup lain setelah ada salah satu pemilik akun yang tidak dikenalnya itu mem-posting video Kiai Syafiuddin,” ucap Daryanto.

            Daryanto mengaku akan terus mendalami penyelidikan kasus tersebut dengan memanggil sejumlah saksi pendukung lainnya. Termasuk sejumlah akun Facebook yang dilaporkan ke institusinya. ”Jelas kami akan terus dalami kasus ini. Rencananya, melakukan lidik terhadap pemilik akun Facebook Wildan,” tuturnya.

            Di tempat terpisah, Kuasa Hukum Ponpes Darul Ulum Gersempal, Sampang, Muhammad Taufik mengatakan, dua orang yang diperiksa penyidik Satreskrim Polres Sampang menemui dirinya untuk meminta maaf.             Pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Sejumlah keterangan dan saksi-saksi pendukung akan kami siapkan apabila dibutuhkan oleh penyidik. ”Yang jelas, kami akan selalu siap memberikan kesaksian,” tutup Taufik. (iqb/fei)

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news