alexametrics
Kamis, 29 Jul 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Inspektorat Panggil Sekcam Klampis Terkait Keributan di RSUD Syamrabu

13 Juli 2021, 17: 04: 54 WIB | editor : Abdul Basri

MEMENUHI PANGGILAN: Sekcam Klampis Moh. Tajul (memakai kopiah hitam) memberikan keterangan di Inspektorat Bangkalan kemarin.

MEMENUHI PANGGILAN: Sekcam Klampis Moh. Tajul (memakai kopiah hitam) memberikan keterangan di Inspektorat Bangkalan kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Karena tidak bisa menahan amarah saat istrinya meninggal di RSUD Syamrabu pada Kamis (8/7), Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Klampis Moh. Tajul dipanggil Inspektorat Bangkalan kemarin (12/7). Pemanggilan dilakukan dalam rangka meminta klarifikasi karena video saat Tajul marah viral di media social (medsos).

Inspektur Inspektorat Bangkalan Joko Supriyono mengutarakan, pemanggilan terhadap Moh. Tajul merupakan petunjuk Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bangkalan. ”Kami perlu tahu alur cerita yang sebenarnya pelayanan di rumah sakit seperti apa,” ucap Joko kemarin (12/7).

Pemeriksaan terhadap Moh. Tajul bisa saja berlanjut pada pemanggilan pihak dari RSUD Syamrabu. Hal itu bergantung pada hasil pemeriksaan yang dilakukan kemarin. Menurut Joko, jika hasil pemeriksaan menunjukkan perlunya memanggil manajemen RSUD Syamrabu, tidak menutup kemungkinan pihaknya memanggil manajemen dari rumah sakit milik pemkab tersebut.

Baca juga: Gelar MPLS secara Daring, Sekolah Siapkan Video Kondisi Sekolah

Menurut Joko, pemanggilan terhadap manajemen RSUD Syamrabu dibutuhkan untuk mencocokkan keterangan Moh. Tajul yang disampaikan kepada inspektur pembantu. ”Jika ada penanganan lain dan Moh. Tajul menghendaki itu, ya kami akan panggil juga,” tutur mantan Kabag Perekonomian Setkab Bangkalan tersebut.

Sementara itu, Moh. Tajul mengakui adanya keributan di RSUD Syamrabu beberapa waktu lalu. Pihaknya berharap inspektorat juga memanggil manajemen RSUD Syamrabu untuk dimintai keterangan. ”Saya sudah terangkan ke inspektorat dengan harapan pelayanan pasien lebih baik,” imbuhnya.

Menurut dia, keributan yang terjadi disebabkan masalah pelayanan. Dirinya tidak terima karena istrinya yang tengah hamil meninggal akibat pelayanan kurang memuaskan dari tenaga medis. ”Selama satu minggu dirawat, tidak ada dokter kandungan yang memeriksa,” ungkapnya.

Sementara itu, Tim Hukum RSUD Syamrabu Fahrillah mengatakan, pihaknya sudah melaporkan Moh. Tajul ke Polres Bangkalan. Laporan itu dilakukan karena Moh. Tajul membentak, mencaci, dan mengancam dokter yang menangani istrinya. Fahrillah mengklaim kliennya sudah menjalankan tugas sesuai SOP.

”Laporannya lebih mengarah pada perbuatan tidak menyenangkan. Sebab, kita beranggapan waktu itu pihak medis sudah melakukan tugasnya sesuai SOP,” terang Fahrillah.

Sebagai kuasa hukum RSUD Syamrabu, pihaknya menyerahkan penangangan kasus hukum ke Polres Bangkalan. Sedangkan untuk perkara kepegawaian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada inspektorat. ”Kalau memang inspektorat menangani karena masalah kedinasan, silakan dilakukan sesuai prosedur,” pungkasnya. (jup/fei) 

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news