alexametrics
Kamis, 29 Jul 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Setelah Berulang Kali Tertunda, PN Sampang Kini Punya Ketua Lebih Muda

12 Juli 2021, 15: 50: 09 WIB | editor : Abdul Basri

Aries Sholeh Efendi, pn sampang,

SAKRAL: Serah terima jabatan ketua PN Sampang dari Irianto Prijatna Utama (kanan) kepada Aries Sholeh Efendi di ruangan sidang kantor pengadilan setempat Jumat (9/7). (MOH. IQBAL/RadarMadura.id)

Share this      

Pengadilan Negeri (PN) Sampang resmi punya nakhoda baru. Prosesi serah terima jabatan (sertijab) dilakukan secara virtual setelah berulang kali tertunda. Pemicunya, pandemi Covid-19 belum berakhir.

MOH. IQBAL, Sampang, Jawa Pos Radar Madura

ADA yang berbeda di kantor PN Sampang Jumat (9/7). Sejumlah karangan bunga bertuliskan selamat dan sukses menghiasi halaman kantor di Jalan Jaksa Agung Suprapto itu. Ucapan dari berbagai pihak itu terkait pergantian pucuk pimpinan.

Baca juga: Airlangga Hartarto Harap Golkar Institute Luluskan Pemimpin Teknokrat

Mutasi jabatan di tubuh birokrasi itu memang menjadi hal biasa untuk menghindari adanya kepemimpinan yang monoton. Prosesi serah terima jabatan dari Irianto Prijatna Utama kepada Aries Sholeh Efendi dilakukan sekitar pukul 09.00. Irianto Prijatna Utama dimutasi menjadi Hakim Kelas 1A di PN Sidoarjo.

Acara sakral tersebut terpaksa dilakukan secara virtual karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya Siswandriyono. Prosesi tersebut dilakukan di ruang sidang PN Sampang dengan diikuti sejumlah hakim dan panitera.

Sejak Jumat (9/7) Aries Sholeh Efendi resmi menjabat sebagai ketua PN Sampang. Laki-laki kelahiran Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tersebut sempat berpindah-pindah tempat kerja sebelum diberi amanah menjadi ketua PN di Kota Bahari.

Laki-laki 43 tahun tersebut sejak awal memang senang dan tertarik di bidang hukum. Maka, setelah lulus sekolah menengah atas (SMA) langsung melanjutkan kuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dengan mengambil jurusan hukum. Kemudian, melanjutkan S-2 di Universitas Diponegoro Semarang dengan mengambil jurusan yang linier dengan sebelumnya.

”Sejak awal memang sudah tertarik di bidang hukum. Makanya saat memiliki gelar sarjana hukum itu sangat senang,” kata Aries.

Kesenangan di bidang hukum tersebut mengantarkannya pada kesuksesan. Dia berhasil menjadi abdi negara sebagai pegawai Mahkamah Agung (MA). Pengalaman pertama itu dirasakan di Kota Magelang pada 2002. Di tempat itu dia menjadi calon hakim.

Selama tiga tahun menjabat, kemudian dirinya diberikan amanah menjadi hakim pertama di PN Manokwari. Lalu, dipindah ke berbagai wilayah untuk menjadi hakim. Hingga akhirnya diberikan amanah menjadi ketua di PN Sampang. ”Sebelum dipindah ke Sampang, saya bertugas di PN Pasaman Barat, Sumatera Barat,” ucap Aries.

Informasi mutasi dirinya ke PN Sampang sebenarnya sudah keluar sejak 4 Mei lalu. Tapi karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung selesai, sehingga prosesi sertijab beberapa kali diundur. Baru bisa dilaksanakan pada Jumat (9/7) secara virtual. ”Ini sertijabnya sudah beberapa kali diundur,” terang Aries.

Menjadi seorang hakim merupakan kesenangan dan kebanggaan tersendiri bagi Aries Sholeh Efendi. Sebab, dengan profesi itu dia bisa mendamaikan orang dari setiap putusan yang diambil. ”Ketika suskes mendamaikan orang itu saya senang. Itu kebanggaan menjadi seorang hakim,” lanjutnya.

Sejak mendengar ditempatkan di Madura, Aries terpikir karakter masyarakat yang keras. Hal itu akan menjadi tantangan untuk menyesuaikan dengan wilayah yang terbilang baru baginya. ”Yang jelas saya sudah siap, karena beberapa kali ditempatkan di berbagai daerah,” tegasnya.

Aries menyampaikan, saat ini akan fokus membenahi sumber daya manusia (SDM) dan sistem di internal PN Sampang. Selain itu, akan melanjutkan semua program pimpinan sebelumnya. Baru setelah itu akan melakukan langkah lebih lanjut dengan sosialisasi dan perkenalan kepada pejabat lain untuk meningkatkan kemitraan.

”Semoga diterima oleh masyarakat Sampang. Kalau program kami, dari Mahkamah Agung sudah jelas, tinggal melanjutkan saja,” imbuhnya.

Sementara Irianto Prijatna Utama mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung kinerjanya selama ini. Termasuk juga kepada segenap pegawai di PN Sampang. Pengalaman selama beberapa tahun di Sampang tidak akan dilupakan. Banyak hal-hal yang dilaluinya bersama masyarakat.

”Yang jelas orang Sampang baik-baik. Saya tidak akan lupakan itu semua. Semoga pimpinan yang sekarang ini bsia membaur dan diterima oleh warga Sampang,” kata pria yang berulang tahun ke-49 pada 9 April lalu itu.

Pria kelahiran Jayapura, 9 April 1972 itu sebelumnya pernah menjabat sebagai wakil ketua PN Pangkajene (2016) dan ketua PN Watansoppeng (2017).

(mr/*/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news