alexametrics
Kamis, 29 Jul 2021
radarmadura
Home > Berita Kota
icon featured
Berita Kota

Menko Airlangga Ajak Kadin Lihat Kemandirian Jangka Panjang

02 Juli 2021, 02: 19: 09 WIB | editor : Haryanto

SANGAT DEKAT: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo.

SANGAT DEKAT: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo. (Kemenko Bidang Perekonomian for RadarMadura.id)

Share this      

SULAWESI TENGGARA – Penanganan Covid-19 harus seimbang dengan pemulihan ekonomi nasional. Arahan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Kendari, Rabu (30/6).

Dalam penanganan Covid-19, vaksinasi menjadi game changer untuk lepas dari pandemi. Pemerintah melibatkan secara aktif berbagai pihak termasuk Kadin Indonesia dalam strategi pencapaian target vaksinasi untuk mewujudkan herd immunity. 

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi peran Kadin Indonesia yang telah berupaya mengajak semua perusahaan untuk mewujudkan Vaksinasi Gotong Royong. Sesuai arahan presiden, kata dia, percepat vaksinasi dari 1 juta dosis per hari menjadi 2 bahkan 2,5 juta dosis per hari.

Baca juga: Janji Cetak ASN, Wartawan, dan Ahli Al-Qur'an

Percepatan vaksinasi ini dilakukan untuk mencapai target herd immunity. Pada semester pertama, target belum tercapai karena masalah delivery vaksin. Sekarang sudah mendapat tambahan delivery vaksin.

Pemerintah akan mengakselerasi Vaksinasi Gotong Royong dengan menetapkan kebijakan yang menjadikannya dua jalur. Pertama melalui jalur vaksinasi gratis dan vaksinasi berbayar melalui fasilitas kesehatan terpilih yang bisa diikuti oleh seluruh individu.

Menko Airlangga juga mengajak peserta Munas melihat pandemi ini dengan pandangan jangka panjang. Ketersediaan vaksin, obat-obatan, dan alat kesehatan yang selama ini masih bergantung kepada luar negeri diharapkan bisa memacu industri farmasi dalam negeri untuk dapat memproduksi sendiri.

Menurut dia, momen ini dapat menjadi sebuah fase untuk kemajuan riset dan inovasi, khususnya pada sektor farmasi dalam negeri. Pemerintah meminta Kadin Indonesia bersama dunia usaha dan lembaga penelitian nasional untuk bersama-sama berperan dalam strategi penyediaan vaksin Covid-19 secara mandiri, yaitu Vaksin Merah Putih.

”Selain untuk mengendalikan persebaran Covid-19, upaya ini juga diharapkan dapat menjaga momen pemulihan ekonomi nasional yang saat ini sedang terjadi,” tutur Menko Airlangga dalam Siaran Pers nomor HM.4.6/168/SET.M.EKON.3/06/2021 dikutip dari ekon.go.id.

Memasuki tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mengalami pemulihan dengan realisasi pertumbuhan pada Q1 tahun 2021 hanya terkontraksi 0,74 persen (yoy) yang berarti membaik dibandingkan periode sebelumnya. Momentum pemulihan ekonomi ini terus berlanjut hingga pertengahan Q2 tahun 2021.

Dukungan dari konsumsi pemerintah telah mendorong perbaikan pada konsumsi rumah tangga dan investasi. Membaiknya permintaan domestik juga telah direspons dengan peningkatan aktivitas produksi di sektor usaha dan terus menunjukkan pemulihan.

Indeks Keyakinan Konsumen terus meningkat ke level 104,4 pada Mei 2021. Sejalan dengan itu, PMI Manufaktur juga meningkat ke level tertinggi yakni 55,3 pada Mei 2021. Neraca Perdagangan Indonesia 2020 juga mengalami surplus 21,74 miliar dolar dan merupakan yang tertinggi sejak 2012. Capaian ini berlanjut 2021. Sejak Januari hingga Mei 2021 neraca dagang Indonesia tetap mengalami surplus 10,17 miliar dolar.

”Seperti yang dikatakan Bapak Presiden dalam pembukaan Munas kali ini, sesungguhnya pertumbuhan ekonomi kita sudah berada dalam track yang benar. Investasi di Indonesia juga meningkat. Bapak Presiden confident pada Q2 di 2021, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7 persen karena itu merupakan sesuatu yang terlihat. Kuncinya tetap, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk pemulihan ekonomi nasional,” jelas Menko Airlangga.

Kemudian, sehubungan dengan peran Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Airlangga mengatakan bahwa selain unsur pemerintah, Indonesia juga secara aktif melibatkan kelompok non-pemerintah termasuk Kadin Indonesia yang tergabung dalam G20 Engagement Groups. Keterlibatan Kadin Indonesia dalam G20 untuk memastikan proses pembahasan mengenai upaya pemulihan ekonomi yang bersifat inklusif, dengan memperhatikan masukan kelompok dari luar Pemerintah selaku stakeholders dan pelaku utama pertumbuhan ekonomi.

Airlangga menjelaskan, presidensi G20 ini menjadi panggung Indonesia di dunia karena Indonesia memimpin. Jadi, G20 dikonsep oleh Indonesia. Pihaknya berharap Kadin Indonesia menjadi brainware pemerintah untuk operasionalisasi omnibus law karena omnibus law ini menjadi contoh bahwa Indonesia adalah negara yang melakukan reformasi struktural dalam situasi pandemi Covid-19. 

”Pemerintah juga berharap Kadin Indonesia selalu menjadi mitra bagi pemerintah dan masukan-masukan dari pengusaha akan selalu kami terima dengan tangan terbuka” pungkas Airlangga. (*/luq/par)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news