alexametrics
Kamis, 29 Jul 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pengunjung Pasar Hajar Residivis Curanmor

Ketahuan karena Kunci T Terjatuh

18 Juni 2021, 20: 16: 18 WIB | editor : Abdul Basri

RESIDIVIS: Muhsin diamankan polisi dari Pasar Kolpajung, Kecamatan Kota Pamekasan, kemarin.

RESIDIVIS: Muhsin diamankan polisi dari Pasar Kolpajung, Kecamatan Kota Pamekasan, kemarin. (SATRESKRIM FOR RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pengalaman masuk penjara tidak membuat Muhsin Yazid jera. Warga Dusun Congkak, Desa Toket, Kecamatan Proppo, itu digebuki pengunjung Pasar Kolpajung sebelum dijebloskan ke tanahan Polres Pamekasan kemarin (17/6).

Aksi pencurian yang dilakukan Muhsin terjadi sekitar pukul 06.00. Bermula saat pemilik motor Nurcahyani memarkir kendaraan di Pasar Kolpajung, Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Kota Pamekasan. Lalu, meninggalkan Honda Scoopy bernopol M 6338 BW untuk berbelanja dengan suami.

Usai berbelanja dan hendak mengambil sepeda motornya, Nurcahyani mendapati ada keramaian. Saat itulah Nurcahyani tahu bahwa kendaraannya digondol Muhsin menggunakan kunci T. Namun, aksinya ketahuan pengunjung Pasar Kolpajung.

Baca juga: Survei LSI: Airlangga Hartarto King Maker Pilpres 2024

Kanit II Satreskrim Polres Pamekasan Ipda Wahyu Dwi Purnomo menjelaskan, aksi Muhsin diketahui saat merusak lubang kontak motor. Kunci T yang dipakainya sempat jatuh dan dilihat warga. Melihat itu, warga menaruh curiga.

Ketika motor Nurcahyani dibawa kabur, warga langsung meneriaki pria 30 tahun itu sebagai maling. ”Pelaku sempat mendapat tindakan kekesalan dari warga. Namun, berhasil kami amankan,” katanya.

Pelaku diamankan petugas satlantas dan dibawa ke mapolres. Saat diinterogasi, Muhsin mengaku hanya sekali mencuri. Namun, kepolisian tidak percaya begitu saja. ”Kami punya catatan bahwa pelaku ini adalah seorang residivis dan pernah melakukan tindakan yang sama,” sambung Wahyu.

Barang bukti yang berhasil diamankan yakni berupa dua buah kunci T. Kemudian, STNK, dan motor Scoopy milik warga Jalan Trunojoyo, Kelurahan Patemon, Kecamatan Kota Pamekasan, itu turut menjadi barang bukti. Jaket hitam milik tersangka juga menjadi barang bukti.

”Pelaku terancam hukuman penjara lima tahun,” katanya. Pria kelahiran 27 Juli 1991 itu disangka melanggar pasal 363 ayat (1) KUHP. (ky)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news