alexametrics
Kamis, 29 Jul 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Diduga Gelapkan Mobil, Oknum Anggota Dilaporkan ke Propam

15 Juni 2021, 18: 41: 40 WIB | editor : Abdul Basri

KORBAN: Samugrah mengecek kondisi mobilnya yang lama berada dalam kendali oknum anggota Polres Pamekasan D kemarin. Mobil tersebut berada di mapolres.

KORBAN: Samugrah mengecek kondisi mobilnya yang lama berada dalam kendali oknum anggota Polres Pamekasan D kemarin. Mobil tersebut berada di mapolres. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

 PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Oknum anggota Polres Pamekasan berinisial D dilaporkan ke seksi profesi dan pengamanan (propam) polres setempat pada Kamis (10/6). Sebab, D diduga menggelapkan sejumlah mobil rental milik Komunitas Pejuang Rupiah (KPR).

Ketua KPR Samugrah menerangkan, kasus itu berawal ketika D merental mobil di komunitasnya. ”Awalnya hanya satu mobil yang dirental. Kemudian, dia merental lagi dengan alasan familinya membutuhkan juga,” katanya.

Menurut dia, total mobil yang dirental D sebanyak delapan unit. D merental pada April dan Mei lalu. Samugrah tidak menaruh curiga karena D anggota kepolisian. ”Dia rentalnya kan bulanan dan saya percaya saja. Sebab, dia anggota dan saya kira tidak akan melakukan perbuatan menyimpang,” katanya.

Baca juga: Mogok di Tanjakan, Tronton Picu Kemacetan

Namun faktanya, D tidak sebaik yang disangka. Mobil yang dirental D tidak kunjung dikembalikan. Agar persoalan itu selesai secara kekeluargaan, KPR pun mencari jalan untuk mediasi. Salah satu caranya, berkomunikasi dengan Seksie Propam Polres Pamekasan.

”Pada awal Juni, satu unit mobil Toyota Calya yang disewa dan tidak dikembalikan oleh D berhasil ditarik Propam. Saya sudah melakukan langkah persuasif, berkomunikasi dengan pihak perental dan juga Propam, namun menemui jalan temu,” kata Samugrah.

Samugrah Akhirnya melaporkan dugaan penggelapan yang dilakukan D secara resmi ke Propam Polres Pamekasan pada Kamis lalu (10/6). Setelah menerima laporan, polisi berhasil menarik dua unit kendaraan yakni Suzuki Grandmax dan New Ertiga. Kedua mobil tersebut kini diamankan di Mapolres Pamekasan.

”Lima unit mobil lainnya akan dikembalikan hari ini (14/6) sekitar pukul 12.00. namun tidak ada pengembalian. saya akan laporkan lagi ke Propam. Mobil yang belum dikembalikan itu diduga telah digadaikan oleh D,” terang Samugrah.

Lima mobil dimaksud terdiri atas tiga unit Toyota Sigra, Daihatsu, Xenia, dan Honda Mobilio. ”Pada malam Sabtu (11/6), sudah ada perjanjian. Intinya, akan dikembalikan dua mobil pada Sabtu, dua mobil pada Minggu dan satu mobil pada Senin. Tapi ternyata, tidak ada pengembalian mobil,” sesalnya.

Sementara itu, Kasi Propam Polres Pamekasan Iptu Eko Budi W membenarkan bahwa institusinya sudah melakukan sejumlah langkah untuk mediasi. Namun belum menuai hasil. Dikatakan, tindakan yang dilakukan oknum polisi berinisial D mengarah ke tindak pidana.

”Sudah dimediasi dan membuat janji, namun belum ada hasil. Jumlah kendaraan yang belum dikembalikan banyak. Karena itu, kam mengarahkan Komunitas Pejuang Rupiah melaporkan kasus tersebut ke Unit IV Satreskrim Polres Pamekasan,” tuturnya.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, KPR hendak melaporkan perkara tersebut ke Unit IV Satreskrim Polres Pamekasan kemarin (14/6). Tapi, oleh anggota unit IV diarahkan melapor ke Unit I Satreskrim Polres Pamekasan. Karena Unit I kemarin lepas piket, pelaporan rencananya akan dilakukan hari ini (15/6). (ky)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news