alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

GeNose untuk Deteksi Virus Korona melalui Embusan Napas

11 Juni 2021, 19: 34: 32 WIB | editor : Abdul Basri

ANTISIPASI: Yuri, pekerja Essential English Program asal Inggris dites Covid-19 menggunakan alat GeNose di Politeknik Negeri Madura disaksikan Direktur Arman Jaya dan Humas Taufikurrahman, Rabu (9/6).

ANTISIPASI: Yuri, pekerja Essential English Program asal Inggris dites Covid-19 menggunakan alat GeNose di Politeknik Negeri Madura disaksikan Direktur Arman Jaya dan Humas Taufikurrahman, Rabu (9/6). (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

Coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang semakin mengganas di Madura membuat banyak pihak lebih waspada. Berbagai upaya dilakukan sebagai pencegahan dan penanganan. Termasuk di lingkungan pendidikan.

ANIS BILLAH, Sampang, Jawa Pos Radar Madura

TIGA orang tamu dari Essential English Program (EEP) Kota Batu tiba di Politeknik Negeri Madura (Poltera) Rabu (9/6). Salah satu di antara mereka berperawakan bule. Namanya Yuri, warga negara Inggris yang bekerja di EEP.

Baca juga: Kapolres Bersama Tokoh Sosialisasi Keliling

Kemudian, tiga-tiganya menghadap ke Ketua Satgas Covid-19 Poltera Muhammad Nur. Pria berkacamata itu kemudian mengajukan beberapa pertanyaan kepada tiga orang di hadapannya itu. Tiga di antara pertanyaan itu adalah, apakah dalam sepekan terakhir pernah kontak langsung dengan pasien Covid-19? Apakah dalam sepekan terakhir merasakan keluhan seperti yang dialami pasien Covid-19? Apakah dalam beberapa hari terakhir pernah perjalanan ke luar daerah?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sengaja disodorkan sebagai langkah awal untuk pemeriksaan Covid-19 menggunakan alat GeNose atau Gadjah Mada Electronic Nose. Alat yang ditemukan Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut merupakan pendeteksi Covid-19 dengan men-scaning karakteristik pernapasan seseorang yang diduga terpapar.

”GeNose alat pendeteksi Covid-19 hasil penelitian profesor-profesor di UGM dan sudah memiliki izin edar dari Kemenkes,” tutur Muhammad Nur.

Dia menjelaskan, pemeriksaan Covid-19 menggunakan GeNose tidak seperti alat lain. Seperti tes swab antigen dengan memasukkan alat ke dalam hidung atau rapid test dengan mengambil sampel darah. Menurutnya, hal itu membuat masyarakat ketakutan, bahkan ada yang menolak.

”Kalau GeNose mudah. Orang yang mau dites cukup mengembuskan napasnya dari mulut ke dalam kantung plastik khusus,” ujarnya.

Nur menjelaskan, cara kerja GeNose cukup cepat dan tidak ribet. Napas dalam kantong plastik dimasukkan ke alat penyaring yang disebut HEPA. Sampel napas yang mengandung partikel virus akan tersaring dan tertahan di HEPA filter sebelum sampel napas masuk ke ruang sensor.

Ketika sensor diaktifkan, akan keluar garis warna-warni yang membaca karakteristik napas dalam kantong tersebut. Jika muncul angka 0,50-0,60 maka menunjukkan hasil positif Covid-19. Namun, jika angka yang muncul 0,60 ke atas berarti negatif Covid-19.

”Jadi, yang diteliti oleh ilmuan itu karakteristik napas pasien Covid-19. Hasilnya bisa diketahui dari angka yang muncul setelah napasnya disensor,” terangnya.

Meski begitu, hasil positif Covid-19 dari deteksi GeNose bisa palsu. Misalnya, seseorang yang dites tidak ada keluhan dan tidak pernah kontak erat dengan pasien Covid-19. Karena itu, setelah 30 menit harus dites lagi untuk memastikan karakteristik pernapasannya. ”Kalau dua kali positif, direkomendasikan untuk tes swab PCR,” paparnya.

Nur mengungkapkan, banyak kelebihan GeNose dibandingkan dengan alat deteksi Covid-19 lain. Di antaranya, hasilnya lebih cepat karena bisa diketahui hanya dalam tiga menit. Sehingga tidak berpotensi menimbulkan kerumunan saat pelaksanaan tes. Selain itu, hasilnya tidak bisa dimanipulasi karena terekam otomatis dengan barcode.

Di samping itu, GeNose bisa mendeteksi varian baru Covid-19 karena terus dikembangkan. ”GeNose ini menghilangkan efek takut kepada masyarakat karena prosesnya nyaman dan tidak menegangkan,” ungkapnya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news