alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Dua PMI Terpapar Varian Baru

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Vaksinasi

10 Juni 2021, 18: 13: 56 WIB | editor : Abdul Basri

DISKUSI: Bupati Abdul Latif Amin Imron dan Kapolres Didik Hariyanto menyambut Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto di Bangkalan kemarin.

DISKUSI: Bupati Abdul Latif Amin Imron dan Kapolres Didik Hariyanto menyambut Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto di Bangkalan kemarin.

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) menemukan dua warga terpapar Covid-19 varian baru. Yakni, Alpha B117 dan Delta B16172. Dua varian baru itu ditemukan dari pekerja migran Indonesia (PMI).

Ketua ITD Unair Prof Maria Lucia Inge Lusida mengungkapkan, pihaknya menemukan dua warga Bangkalan terpapar varian baru. Namun mereka bukan pasien Covid-19 asal Kota Salak yang dirujuk ke rumah sakit di Surabaya. ”Itu pekerja migran yang baru datang,” ucapnya kemarin (9/6).

Dua PMI yang terdeteksi terpapar Covid varian baru itu diketahui setelah dites usap di Surabaya. Namun Inge menegaskan, lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan tidak ada hubungan dengan dua PMI yang terpapar varian dari Inggris dan India tersebut. ”Penanganannya tetap sama dengan pasien Covid-19,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Baca juga: Gara-gara Drakor, Mahasiswa UIM Dapat Beasiswa Magister ke Korsel

Epidemiolog Unair M. Atoillah Isfandiari menjelaskan, varian Alpha B117 berasal dari Inggris. Sementara covid varian Delta B16172 dari India. Virus yang dibawa oleh dua PMI tersebut memiliki karakteristik berbeda. Utamanya dalam penyebaran dan risikonya.

Varian Alpha B117 memiliki tingkat persebaran 40–90 persen lebih cepat dibandingkan Covid-19 yang berkembang di Wuhan, Tiongkok. Risiko yang ditimbulkan tidak jauh berbeda dengan Covid-19 biasa. Sedangkan persebaran Delta B16172 cenderung lambat. Tapi, risikonya jauh lebih berbahaya dari Covid-19 dan Alpha B117. ”Dua varian ini berbeda. Tetapi, harus tetap diwaspadai,” ujarnya.

Untuk mengetahui jenis varian dari pasien Covid-19 perlu dilakukan pemeriksaan polginum. Untuk bisa melakukan pemeriksaan itu tidak mudah. Beberapa syarat harus terpenuhi. Di antaranya, virus yang diambil dari spesimen harus banyak. Jika sedikit, sangat dimungkinkan virusnya tidak dapat diurai.

Kemudian, harga untuk satu kali pengujian spesimen guna menemukan jenis varian Covid-19 membutuhkan Rp 4–8 juta. ”Sifatnya yang ditemukan itu sampling,” tuturnya.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto membenarkan temuan PMI yang terpapar Covid-19 varian baru. Bahkan, menurut dia, varian baru yang sudah masuk ke Jawa Timur itu tidak hanya Alpha B117 dan Delta B16172. Tetapi, juga ada Beta B1351 yang merupakan varian dari Afrika Selatan.

PMI yang diketahui terpapar varian baru tersebut sudah diobati di RSUD dr Soetomo dan Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI). Dengan begitu, lonjakan kasus di Bangkalan tidak dapat disimpulkan karena PMI yang terpapar covid varian baru itu. ”Belum ada yang bisa memastikan lonjakan kasus yang terjadi di Bangkalan diakibatkan adanya varian baru pada PMI atau bukan,” jelasnya.

Percepat Vaksinasi

Upaya menekan persebaran Covid-19 yang membeludak di Bangkalan terus dilakukan. Salah satunya dengan mempercepat vaksinasi kepada masyarakat. Penyuntikan vaksin kepada 1.750 warga itu akan dipantau Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Kepastian itu disampaikan Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta saat berkunjung ke Bangkalan kemarin. Suharyanto mengatakan, kedatangannya ke Kota Salak untuk memantau kesiapan pelaksanaan vaksinasi serentak Jumat (11/6).

Panglima TNI dan Kapolri juga akan memberikan arahan penanganan Covid-19 kepada forkopimda dan tokoh masyarakat. Itu dilakukan karena lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan mendapat atensi khusus dari pemerintah pusat.

Lonjakan kasus aktif terjadi di Bangkalan awal pekan lalu. Kasus meninggalnya juga cukup banyak. Kasus itu terjadi di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Klampis yang dianggap sebagai episentrum persebaran Covid-19. Setelah berbagai upaya dilakukan, Suharyanto mengklaim pemerintah dapat menekan.

Itu tidak terlepas dari upaya penyekatan yang dilakukan di akses Suramadu sisi Madura dan Surabaya. ”Sudah tiga hari atau empat hari ini dilakukan penyekatan. Terlihat terjadi penurunan (kasus aktif) yang sangat signifikan,” ujarnya.

Suharyanto menambahkan, warga yang meninggal karena Covid-19 di Bangkalan juga bisa ditekan. Itu terbukti dengan tidak adanya kasus meninggal selama tiga hari terakhir. Menurutnya itu tidak lepas dari upaya yang dilakukan Pemkab Bangkalan dengan dukungan pemprov dan TNI Polri. ”Saya pastikan di sini sudah semakin menurun,” imbuhnya.

Sekretaris Kecamatan Arosbaya Dedeng Suprapto membenarkan warganya yang meninggal akibat Covid-19 sudah berkurang. Namun, bukan berarti masyarakat yang meninggal akibat Covid-19 sudah nihil. Dia mengungkapkan, Selasa (9/6) ada tiga warga yang meninggal karena terpapar korona. ”Ada (pasien) yang kiriman dari Surabaya,” katanya.

Muspika Arosbaya gencar melakukan pendekatan kepada keluarga atau masyarakat yang pernah kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi Covid-19. Sebab sebelumnya, kebanyakan mereka tidak bersedia dites PCR guna diketahui apakah turut terpapar Covid-19 atau tidak.

Pihaknya juga gencar melakukan pendekatan kepada warga yang berstatus orang tanpa gejala (OTG). Sebab, banyak masyarakat yang terpapar tetapi tidak bersedia dikarantina di balai diklat BKPSDA. Upaya yang gencar dilakukan tersebut mulai banyak menyadarkan masyarakat tentang bahaya Covid-19. ”Tujuh (OTG) sudah kami krim ke balai diklat setelah kami berikan penyadaran,” sambungnya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, upaya testing, tracing dan treatment (3T), membawa dampak sangat signifikan dalam menekan persebaran Covid-19. Terbukti dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan prokes. ”Ayo sama-sama kita laksanakan (prokes) ini. Mudah-mudahan ke depannya menjadi lebih baik,” ajak Nico.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron meminta masyarakat terus menerapkan prokes. Lonjakan kasus ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dalam menerapkan prokes. ”Terapkan prokes secara disiplin untuk menyelamatkan kita dan keluarga dari virus korona,” tandasnya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news