alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Gara-gara Drakor, Mahasiswa UIM Dapat Beasiswa Magister ke Korsel

Kali Pertama Nonton saat Kelas Lima SD

10 Juni 2021, 18: 03: 10 WIB | editor : Abdul Basri

GENERASI CERDAS: Rifqoh saat ditemui di kampus Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan Senin (7/6).

GENERASI CERDAS: Rifqoh saat ditemui di kampus Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan Senin (7/6). (ONGKY ARISTA UA./RadarMadura.id)

Share this      

Drama Korea (drakor) juga punya dampak baik bagi mereka yang ingin belajar dan kuliah di Korea. Seperti yang dialami Rifqoh. Dia diterima di salah satu kampus ternama di Korsel berkat belajar bahasa Korea melalui drakor.

ONGKY ARISTA UA., Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

DRAMA Korea (drakor) ternyata tidak hanya jadi media hiburan bagi anak-anak muda. Tapi, juga bisa menjadi media pembelajaran bahasa Korea. Terbukti, drakor telah mengantarkan mahasiswi Universitas Islam Madura (UIM) meraih beasiswa magister ke Korea Selatan.

Baca juga: Lelang Peningkatan Jalan Batokoceng-Galis Dajah Disoal

Mahasiswi itu adalah Rifqoh. Dia lahir di Pamekasan pada 19 September 1998. Dia berasal dari Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan. Dia memiliki hobi menonton film drakor. Suka menonton drama Korea sejak kelas V di SDN Pamaroh 1, Kecamatan Kadur.

”Kali pertama nonton drakor saat kelas lima SD,” ungkapnya. Kali pertama menonton drakor di televisi. Sejak itu dia suka nonton drakor. Terutama dari alur ceritanya.

Kesukaannya nonton drakor itu berlanjut hingga bertahun-tahun kemudian. ”Meski suka, tapi tidak setiap hari nonton, karena sejak MTs dan MA saya di pondok,” katanya. Lalu pada 2016, dia sangat menyukai satu film drama Korea yang menurutnya bagus.

Serial drama Korea itu berjudul ”God of Study”. Film tersebut sangat menginspirasinya. Dari film sebanyak 16 episode tersebut dia mengaku ingin kuliah ke Korea. Namun, dia tidak pernah kursus atau belajar khusus bahasa Korea.

Dari mana dia belajar? ”Saya menonton drakor, mendengar percakapannya, dan melihat subtitlenya,” terangnya. ”Pernah ikut ujian, itu pun hasil menonton drakor, dan saya dapat sertifikat kemampuan berbahasa Korea,” tambahnya.

Dia mendapat sertifikat bisa berbahasa Korea sejak 2018. Sebelumnya tidak ada niat belajar. Namun karena sering menonton dan mendengar percakapan, akhirnya ngeh dan mengerti.

Calon sarjana pendidikan fisika di UIM Pamekasan itu mengatakan, saat ini dia bisa mengerti film-film Korea walau tanpa subtitle. Atas dasar punya sertifikat dan mengerti drakor, dia pun mencoba daftar beasiswa ke Korea Selatan.

Dia daftar di Global Korea Scholarship (GKS) untuk gelar magisternya pada Februari 2021. Dia mengambil jurusan Fisika Robotik. Kemudian, pada April 2021 dia dinyatakan lulus berkas dan tes di Chungnam National University di Daejeon, Korea Selatan.

”Tes wawancara ada bahasa Inggris dan bahasa Korea seri terakhir. Saya senang banget diterima di Korea,” terangnya. Beasiswa yang diterimanya adalah beasiswa penuh. Dia tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun untuk keperluan kuliah ke Korea Selatan.

Jadwal keberangkatan ke Korea Selatan belum diketahui. Sebab, mahasiswa-mahasiswa yang diterima tahun sebelumnya di kampus yang sama belum berangkat karena Covid-19. ”Semua dibiayai oleh GKS,” terang alumnus Ponpes Sumber Batu Blumbungan itu.

Menurut dia, drama atau film sangat bisa menjadi media pembalajaran berbahasa. Dia pun memberi pesan, siapa pun yang ingin belajar bahasa, bisa menonton film itu dengan khusyuk dan menikmati.

”Nanti tinggal saya belajar kursus nulis satu tahun, karena kalau nulis Korea belum bisa. Namun kalau ngomong, insyallah bisa,” tutupnya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news