alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Berita Kota
icon featured
Berita Kota

Bupati Pamekasan Masuk UMM tanpa Tes

09 Juni 2021, 18: 27: 47 WIB | editor : Abdul Basri

Badrut Tamam Bupati Pamekasan

Badrut Tamam Bupati Pamekasan (RadarMadura.id)

Share this      

MALANG – Lebih dari setengah abad berdiri, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah melahirkan ribuan alumni yang tersebar di penjuru Nusantara, bahkan dunia. Salah satu di antaranya, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Pria yang akrab disapa Mas Tamam itu tergolong pelajar berprestasi. Buktinya, bisa diterima di UMM tanpa tes.

Fakta itu terungkap saat Mas Tamam ditemui di kantornya. Cerita dan kenangan tentang perkuliahannya di UMM disampaikan cukup terperinci. Misalnya, mendaftarkan diri tepat satu jam sebelum pendaftaran ditutup. Dia sempat kelimpungan karena beberapa berkas persyaratan tertinggal di bus.

”Kebetulan saat itu saya dari Jogjakarta langsung ke Malang. Alhamdulillah, berkat nilai rapor saya cukup bagus, akhirnya diterima di UMM tanpa tes,” ucapnya.

Baca juga: Pandemi Tekan Sumber Utama Pemasukan Bisnis Industri Olahraga

Bupati yang dikenal visioner itu menuturkan, perpustakaan UMM dulu sekan menjadi basecamp baginya. dia seringkali mengisi waktu kosong dengan membaca buku dan berdiskusi bersama teman-temannya. Bahkan sempat membentuk lembaga kajian islam dan psikologi bagi mahasiswa bernama Phenomenon.

Mantan anggota DPRD Jawa Timur itu mengungkapkan, saat, kuliah dirinya kurang piawai mengelola keuangan. Uang saku yang diberi ibunya sering habis, baik untuk makan maupun membeli buku. Karena itu, dia berinisiatif berjualan kerupuk demi mendapatkan uang jajan tambahan. Tidak disangka, usahanya berjalan lancar. Tiap minggu dia bisa meraup keuntungan Rp 2 juta.

“Pada masanya, uang sebesar itu bisa dibilang cukup banyak. Akhirnya teman-teman sering saya ajak ke rumah makan Pak Soleh,” ujarnya berkelakar.

Pria yang bercita-cita menjadi pengusaha tersebut menjelaskan, menjadi anggota DPRD Jawa Timur serta Bupati Pamekasan merupakan jalan tersesat yang benar. Menurutnya, jabatan bukanlah sebuah tujuan, melainkan alat perjuangan. Tidak peduli apa pun merek dan tipe kendaraan. Yang terpenting adalah tujuan.

Khusus kepada generasi muda, Mas Tamam berpesan kalau ingin jadi orang hebat harus belajar pada orang hebat pula. Kala menjadi mahasiswa, dia sering kali datang ke rumah Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP yang pernah menjabat rektor UMM dan kini dipercaya sebagai Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

”Saya suka berkunjung ke beliau meski tidak dipanggil. Mengobrol, kemudian mendapatkan rekomendasi buku serta meresumenya. Hal itu sungguh memberi saya manfaat yang luar biasa,” tegasnya.

Selain harus menjaga sikap kepada orang lain, saat menjadi mahasiswa Psikologi UMM dulu, dia mengaku belajar bahwa orang itu tidak suka dihina. Sebaliknya, mereka lebih suka diperlakukan dengan baik. ”Mungkin karena itulah saya bisa terpilih menjadi anggota DPRD termuda pada 2009 dan kini menjadi bupati Pamekasan,” pungkasnya.

(mr/*/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news