alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan
Didukung PB NU dan Unusia

Penyematan Gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona

08 Juni 2021, 20: 09: 40 WIB | editor : Abdul Basri

MENJELASKAN: Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengikuti diskusi dan seminar di rumah dinasnya kemarin. 

MENJELASKAN: Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengikuti diskusi dan seminar di rumah dinasnya kemarin.  (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Dukungan penyematan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil terus berdatangan. Kali ini datang dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia). Hal itu terungkap setelah digelar seminar dan diskusi tentang jejak, sejarah, dan manuskrip tokoh karismatik yang akrab dipanggil Mbah Kholil kemarin (7/6).

Seminar yang diprakarsai Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil itu dihadiri Rais Am, Rais Syuriah, dan Katib PB NU. Termasuk akademisi dari Unusia. Semula, acara tersebut dijadwalkan digelar di Hotel Ningrat. Tapi karena terjadi peningkatan kasus coronavirus disease 2019 (Covid-19), akhirnya penyelenggaraannya secara virtual.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengucapkan terima kasih kepada Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil yang telah menggelar seminar dan diskusi tersebut. ”Acara ini cukup membantu upaya Pemkab Bangkalan yang telah mengusulkan penyematan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil,” ucapnya.

Baca juga: Satgas Dirikan Posko di TBB Tlanakan

Pria yang akrab disapa Ra Latif itu menyampaikan, Syaikhona Kholil merupakan guru besar dan aset bangsa Indonesia pada masanya. Melalui dedikasi yang telah dilakukan, Mbah Kholil telah melahirkan tokoh serta ulama besar di bumi Nusantara yang turut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

”Seperti KH Hasyim Asyari yang merupakan tokoh pendiri NU dan KH Wahab Hasbullah yang juga termasuk ulama besar serta tokoh perjuangan kemerdekaan,” imbuhnya.

Dengan adanya berbagai tokoh yang lahir dari dedikasi yang dilakukan Mbah Kholil, sambung Ra Latif, membuktikan bahwa Syaikhona Kholil memiliki peranan dan sejarah penting dalam syiar agama Islam di bumi Nusantara. Termasuk dalam perjalanan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

Menurut Ra Latif, banyak jejak sejarah dan teladan yang dapat menjadi panduan serta panutan dari perjalanan hidup Mbah Kholil. Terutama dalam membangun sosial masyarakat. ”Seperti mencetak generasi muda yang memiliki sumber daya manusia (SDM) unggul dan berakhlak,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, Syaikhona Muhammad Kholil semasa hidup juga dikenal sebagai ulama produktif dan melahirkan banyak karya tulisan. Namun, dari sekian banyak kitab yang telah ditulis, hanya ada dua yang muncul ke permukaan dan bisa dinikmati khalayak. ”Dengan adanya seminar dan diskusi ini, kami berharap bisa mendalami berbagai sejarah dan sepak terjang Syaikhona dalam syiar agama Islam. Termasuk mengkaji berbagai karyanya,” sambungnya.

Ra latif menyampaikan, Pemkab Bangkalan telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Syaikhona Kholil mendapatkan gelar pahlawan nasional. Karena itu, dia berharap dukungan semua pihak agar guru bangsa itu segera mendapat apresiasi dari pemerintah. ”Hal ini juga bertujuan agar generasi muda tidak lupa akan sejarah dan lebih mengenal sosok Syaikhona Kholil lebih dalam,” tandasnya. (jup)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news