alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Stop Izin Keramaian, Pemkab Sampang Dirikan Posko Perbatasan

07 Juni 2021, 22: 55: 54 WIB | editor : Haryanto

BERI IMBAUAN: Sekkab Sampang Yuliadi Setiyawan didampingi Plt Kepala Diskominfo  Amrin Hidayat menyampaikan hasil rapat bersama gugus tugas Covid-19, Senin (7/6).

BERI IMBAUAN: Sekkab Sampang Yuliadi Setiyawan didampingi Plt Kepala Diskominfo Amrin Hidayat menyampaikan hasil rapat bersama gugus tugas Covid-19, Senin (7/6). (Anis Billah/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Pemkab Sampang mengambil langkah cepat dan tepat dalam mencegah potensi persebaran Covid-19. Hal itu menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di kabupaten tetangga. Bupati Sampang Slamet Junaidi langsung memerintahkan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Yuliadi Setiyawan untuk mewaspadai sebaran virus Covid-19.

Atas perintah tersebut, pria yang akrab disapa Wawan itu kemudian menggelar rapat bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Sampang. Terdapat beberapa kesepakatan yang akan dijalankan dalam seminggu ke depan. Pertama, membangun posko di Kecamatan Jrengik dan Banyuates.

Selain dua posko tersebut, Pemkab Sampang meminta forkopimcam, Puskesmas Sreseh dan Puskesmas Tambelangan untuk mendirikan posko juga. Sebab, jalur di dua kecamatan tersebut tidak searah dengan posko di Kecamatan Jrengik dan Banyuates. ”Masyarakat yang mau ke Bangkalan kita imbau untuk putar balik atau rapid test,” ujarnya.

Baca juga: Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Bisa Capai 7-8 Persen

Melonjaknya kasus Covid-19 di Bangkalan harus menjadi pelajaran. Jika ditarik beberapa minggu ke belakang, ada beberapa aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Selain perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Kota Zikir dan Salawat pernah melaksanakan pilkades serentak.

Karena itu, sebagai kabupaten yang paling dekat dengan Kota Salak, Pemkab Sampang mengambil langkah cepat. Di antaranya dengan tidak mengeluarkan izin keramaian. Di samping itu, pihaknya akan mendata ASN yang berasal dari Bangkalan.

”Kami berkewajiban untuk melindungi masyarakat. Apa pun akan kami lakukan, termasuk mengantisipasi sebaran di sektor pendidikan,” tegasnya.

Apalagi, saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Sampang meningkat. Karena itu, pihaknya  mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan prokes. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan yang lainnya. ”Kita berharap masyarakat tidak lengah,” imbaunya. (bil/luq)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news