alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Pemkab Tak Punya Instruktur Pelatihan Kerja

07 Juni 2021, 18: 30: 38 WIB | editor : Abdul Basri

FOKUS: Instruktur pelatihan kerja BLK sedang mempraktikkan cara mengelas di Jalan Suhadak II, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, beberapa waktu lalu.

FOKUS: Instruktur pelatihan kerja BLK sedang mempraktikkan cara mengelas di Jalan Suhadak II, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, beberapa waktu lalu. (MOH. IQBAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Tahun ini Pemkab Sampang melalui dinas penanaman modal, pelayanan terpadu satu pintu dan tenaga kerja (DPMPTSP dan naker) akan melaksanakan pelatihan kerja. Namun, hingga kini belum memiliki instruktur pelatihan kerja tetap. Akibatnya, setiap pelatihan kerja mengundang orang yang ahli di bidang tersebut untuk memberikan materi kepada para peserta pelatihan.

Kasi Pelatihan dan Produktivitas Bidang Tenaga Kerja DPMPTSP dan Naker Sampang Ludfi mengatakan, dalam pelaksanaan pelatihan kerja di BLK Sampang sejak awal memang terkendala keberadaan instruktur. Sebab, belum memiliki instruktur tetap.

”Permasalahannya, di BLK itu hanya instruktur pelatihannya yang tidak ada,” ungkapnya.

Baca juga: Bakal Perbarui Stiker Mobil Sigap

Meski begitu, program pelatihan yang menjadi tanggung jawabnya tetap diupayakan terlaksana dengan maksimal. Salah satu caranya dengan mengundang instruktur dari pelaku usaha, lembaga serta sejumlah guru sukwan yang memang memiliki keahlian.

”Ya, terpaksa selama ini kita undang instruktur dari pelaku usaha dan semacamnya,” kata Ludfi.

Ludfi mengaku, sejak 2014 yang lalu sudah mengajukan keberadaan instruktur khusus yang ditempatkan di BLK Sampang. Baik dari pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Namun, hingga sekarang pengajuan instruktur belum dipenuhi oleh pemerintah daerah. Padahal, keberadaannya sangat penting. Selain bisa memberikan materi, keberadaannya juga dibutuhkan untuk mengelola sejumlah peralatan pelatihan kerja yang ada di BLK.

”Kita sudah mengajukan sejak 2014, tapi tidak pernah disetujui. Entah karena apa alasannya. Padahal kami hanya butuh dua orang saja,” tutupnya. (iqb)

(mr/rus/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news