alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Target Produksi Tembakau 17 Ribu Ton

07 Juni 2021, 18: 20: 24 WIB | editor : Abdul Basri

SEMANGAT: Petani sedang mencangkul lahannya untuk tanaman tembakau kemarin.

SEMANGAT: Petani sedang mencangkul lahannya untuk tanaman tembakau kemarin. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Musim tanam tembakau tahun 2021 dimulai. Sejumlah petani di Kabupaten Pamekasan mulai menanam tanaman daun emas tersebut. Pemerintah juga sudah mengeluarkan target produksi.

Kepala Bidang Produksi Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Achmad Suaidi mengungkapkan, target produksi tanaman tembakau musim ini 17 ribu ton. Sementara luas lahan mengalami penurunan dari sebelumnya 30 hektare menjadi 25 hektare. ”Kalau terlalu banyak khawatir tidak terserap,” ungkapnya.

Dijelaskan, penentuan target itu untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pabrikan. Dengan demikian, diharapkan tembakau petani bisa terserap semua. ”Kita sesuaikan dengan kebutuhan gudang,” terangnya.

Baca juga: RSUD Syamrabu Jalankan Inovasi Taromah, Apa Itu?

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Pamekasan Samsuri menjelaskan, ada beberapa faktor kenapa banyak tembakau petani tidak terserap. Di antaranya, tembakau Jawa masih bisa masuk ke Pamekasan. ”Kondisi tersebut juga menyebabkan tidak terserapnya tembakau petani Madura,” ungkapnya.

Politikus asal Kecamatan Pademawu tersebut menyatakan, pemerintah harus mengantisipasi masuknya tembakau Jawa. Salah satunya dengan melakukan penjagaan yang ketat di jalur pintu masuk Pamekasan.

Dijelaskan, mayoritas luas wilayah di Pamekasan adalah pertanian. Karena itu, Komisi II DPRD Pamekasan saat ini tengah menggagas raperda perlindungan dan pemberdayaan petani.

Perda tersebut akan dilindungi hak dan kewajiban petani serta kewajiban pemerintah kepada petani. ”Dalam raperda tersebut membahas mengenai hak petani, kewajiban pemerintah daerah terhadap petani, dan infrastruktur pertanian diatur,” ungkapnya.  

Dijelaskan, total luas pertanian di Pamekasan sebanyak 65 ribu haktare dari 79 ribu haktare luas wilayah hukum Pamekasan. Artinya, delapan puluh persen merupakan kawasan petani.

”Permerintah daerah juga harus memfasilitasi pasar pertanian. Keharusan bagi pemkab untuk mencarikan terobosan baru agar hasil pertanian dapat pasar,”pintanya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Pamekasan Achmad Sjaifudin menjelaskan, kebutuhan tembakau Madura musim ini sebesar 13.700–17.200 ton. Hal tersebut berdasarkan hasil silaturahmi dan serap informasi antara Pemkab Pamekasan dan pabrikan rokok. ”Jadi kebutuhan pabrikan maksimal 17 ribu ton itu,” tukasnya. 

(mr/sin/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news