alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Cara Bupati Baddrut Tamam Berbaur dengan Masyarakat

Dadakan Jualan Sate tapi Tetap Patuhi Prokes

07 Juni 2021, 17: 19: 55 WIB | editor : Abdul Basri

DEKAT: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengipas-ngipas sate di kawasan Sae Salera yang terletak di Jalan Niaga, Sabtu malam (5/6).

DEKAT: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengipas-ngipas sate di kawasan Sae Salera yang terletak di Jalan Niaga, Sabtu malam (5/6). (IG RABADDRUTTAMAN)

Share this      

Bukan Bupati Pamekasan namanya kalau identik dengan tindakan-tindakan yang mudah ditebak. Selama ini, cara berpikir dan tindakannya kerap out of the box. Terbaru, mendadak menjadi tukang sate dan melayani warga di kawasan Sae Salera pada Sabtu malam (5/6).

ONGKY ARISTA UA, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

SELAMA ini, Bupati Baddrut Tamam tidak hanya dikenal sebagai sosok yang kerap berpenampilan seperti kaum milenial. Dia juga dikenal sosok yang anti-mainstream. Pribadi yang kerap melakukan tindakan-tindakan yang di luar dugaan dan membuat suasana media sosial (medsos) gempar.

Baca juga: Tak Punya Inovasi, Bupati Bakal Beri Sanksi

Sebelum-sebelumnya, bupati muda ini dikenal sebagai pejabat yang kerap menyulutkan rokok tamu dan para wartawan. Dia juga pernah turun ke sawah ikut mengarit rumput bersama petani. Termasuk, kerap melontarkan ungkapan yang mudah diingat masyarakat.

Seperti ungkapan ”aku padamu”. Bupati yang akrab disapa Mas Tamam itu kembali menggemparkan jagat medsos pada Sabtu malam (5/6). Pasalnya, dia beralih menjadi tukang sate di kawasan Sae Salera Kota Pamekasan. Tentunya, tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Setiba di salah satu warung, bupati lalu menduduki kursi tukang sate. Kemudian, tangan kanannya memegang kipas dan mengibas-ngibaskannya ke jejeran sate yang sudah ada di atas tungku. Sementara tangan kirinya membolak-balik daging sate yang dipanggang. Terlihat seperti tukang sate profesional.

Kepada koran ini Baddrut Tamam mengatakan sudah terbiasa melakukan aktivitas spontan alias tidak direncanakan. Dia mengaku kerap berkeliling ke berbagai tempat menyapa masyarakat. ”Saya biasa melakukan hal demikian. Spontan saja. Saya senang melakukan hal seperti itu,” ungkapnya.

Politikus PKB itu menjelaskan, Madura memiliki makanan khas berupa sate Madura. Kebetulan, Sabtu lalu menerima tamu dari tim redaksi salah satu TV nasional. Karena itu, dia bersama rombongan mampir ke Sae Salera. Tujuannya, mengenalkan menu-menu kuliner di Pamekasan. Salah satunya adalah sate. ”Saya juga kerap menyampaikan tidak ada model kepemimpinan yang boleh berjarak dengan masyarakat,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Bupati Baddrut Tamam bersama tim redaksi TV nasional berkeliling ke Eduwisata Garam yang terletak di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu. Kemudian, pergi ke Wisata Bukit Kehi yang ada di Desa Kertagena Daya, Kecamatan Kadur.

Ahsin Rifqy, salah seorang warganet merespons video viral Bupati Baddrut saat mengipas sate. ”Sekilas saya melihat Pak Bupati tidak menyimpan gengsi,” ungkapnya saat diwawancarai JPRM.

Warga Desa Tobungan, Kecamatan Galis itu juga mengatakan, komentar warganet bisa beragam. ”Bisa jadi bupati dianggap pencitraan, tapi itu hak warga. Kalau saya pribadi menilai itu tindakan spontan dan alami,” ungkap mahasiswa program magister Pendidikan Bahasa Inggris di Unisma itu.

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news