alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

Program Kartu Prakerja Berperan Pulihkan Ekonomi Nasional

Upskilling SDM dan Ciptakan Lapangan Kerja

05 Juni 2021, 18: 42: 29 WIB | editor : Abdul Basri

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri talkshow Antara Tren, Produk, dan Konsumen di Bandung kemarin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri talkshow Antara Tren, Produk, dan Konsumen di Bandung kemarin. (EKON.GO.ID)

Share this      

BANDUNG, Jawa Pos Radar Madura – Pemerintah Indonesia menargetkan rasio kewirausahaan nasional mencapai 3,9 persen dan pertumbuhan wirausaha baru 4 persen pada 2024. Hal ini menjadi penting untuk terus didorong karena kewirausahaan berperan menciptakan lapangan pekerjaan dan secara otomatis dapat membantu pemulihan ekonomi nasional. Upaya peningkatan jumlah wirausaha ini juga diiringi oleh Program Kartu Prakerja untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dikutip dari laman ekon.go.id, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, negara membutuhkan masyarakat yang mampu dan terus semangat beradaptasi dengan keadaan. Dia mengucapkan terima kasih kepada alumni Kartu Prakerja yang telah menerapkan ilmunya untuk berwirausaha sehingga membantu pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan di masa pandemi.

”Saya bangga hari ini dapat bertemu lagi secara langsung dengan para pejuang yang tangguh,” ucapnya dalam talkshow bertajuk Antara Tren, Produk, dan Konsumen di Bandung kemarin (4/6).

Baca juga: Bahas Bahaya Narkoba, Bupati se-Madura Gandeng Bassra

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara simbolis memberikan KUR kepada alumnus program kartu Prakerja.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara simbolis memberikan KUR kepada alumnus program kartu Prakerja. (EKON.GO.ID)

Rilis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, data hasil survei independen menyebutkan bahwa setelah mengikuti Program Kartu Prakerja terjadi peningkatan 13 persen dalam jumlah kelompok wirausaha. Kenaikan jumlah wirausahawan saat ini telah sesuai dengan sasaran Program Kartu Prakerja. Semakin banyak jumlah wirausahawan dan jumlah usaha yang berkembang, akan terjadi penyerapan tenaga kerja.

Airlangga juga mengucapkan terima kasih kepada para alumni program kartu Prakerja yang telah memanfaatkan program pemerintah untuk skilling, upskilling, dan reskilling. Secara umum, hasil survei tersebut juga merilis data animo masyarakat yang sangat tinggi terhadap program kartu Prakerja. Tingginya minat itu diikuti dengan kepuasan terhadap pelayanan dan manfaat kartu Prakerja.

Hasil survei persepsi penerima program kartu Prakerja juga menyatakan, program tersebut berfungsi sebagai jaring pengamanan sosial di tengah pandemi dan menurunkan tingkat pengangguran. Di samping itu penerima program memiliki tambahan keterampilan.

Airlangga mengatakan, kunci kesuksesan Program Kartu Prakerja bukan hanya pada penyelenggara atau seberapa besar dana yang digelontorkan pemerintah. Tetapi juga pada perubahan positif khususnya dari segi skill yang dimiliki oleh penerima.

Kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah diharapkan dapat maksimal memberikan dampak baik kepada masyarakat. Alumni Program Kartu Prakerja juga berkesempatan mendapatkan manfaat Kredit Usaha Rakyat yang saat ini pemerintah mengupayakan dengan bunga maksimal hanya 3 persen. ”Manfaatkan kesempatan ini. Kembangkan bisnis hingga memiliki dampak maksimal pada roda perekonomian nasional,” tutur Airlangga.

Sebagai motor penggerak pembiayaan yang utama untuk UMKM, plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2021 ditingkatkan dari Rp 253 triliun menjadi Rp 285 triliun. Peningkatan plafon KUR merupakan respons atas antusiasme yang tinggi para pelaku usaha UMKM akan kehadiran KUR dengan suku bunga rendah.

Airlangga mengungkapkan, dalam situasi pandemi ini membutuhkan SDM yang multiskill. Kebutuhan itu hanya bisa dicapai dengan pembelajaran secara terus-menerus. Program Kartu Prakerja ini diharapkan bisa membantu seluruh masyarakat. ”Alumni Kartu Prakerja adalah champion-champion bangsa Indonesia. Sekali lagi, kami ucapkan selamat, dan pemerintah akan terus mendorong agar usahanya bisa meningkat,” imbuhnya seperti tertulis dalam siaran pers nomor HM.4.6/134/SET.M.EKON.3/06/2021.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir menambahkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai jenis KUR. Antara lain, KUR supermikro, KUR mikro, KUR kecil, KUR khusus, dan KUR TKI. Penyaluran KUR selama 2021 terbagi atas KUR supermikro (4,71 persen), KUR mikro (61,60 persen), KUR kecil (33,67 persen), dan KUR penempatan TKI (0,03 persen).

Realisasi KUR pada Januari 2021 hingga 2 Juni 2021 sebesar Rp 103,19 triliun atau 40,79 persen dari target 2021 sebesar Rp 253 triliun. Kredit itu diberikan kepada 2,81 juta debitur sehingga total outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp 259,05 triliun dengan tingkat nonperforming loan (NPL) 0,71 persen.

”Secara nasional, realisasi penyaluran KUR alumni Kartu Prakerja per triwulan pertama 2021 yang dilakukan BRI dan BNI mencapai 2.242 debitur dengan total realisasi Rp 65,9 miliar,” ungkap Iskandar.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Rudy Salahuddin juga hadir dalam kesempatan tersebut. Dia mengatakan, Program Kartu Prakerja yang hampir dua tahun hadir untuk melengkapi mozaik program peningkatan kualitas SDM Indonesia terbuka bagi semua orang yang mendaftar dan memenuhi persyaratan. Menurutnya, skill gap merupakan persoalan yang dihadapi bukan hanya oleh pencari kerja, melainkan juga pekerja dan pelaku wirausaha.

Data yang dia peroleh, Jawa Barat adalah provinsi dengan jumlah penerima Kartu Prakerja terbanyak. Total penerima lebih 1 juta orang. Karena itulah dalam rangkaian talkshow dan dialog dengan alumni dan penerima Kartu Prakerja 2021 untuk kali pertama diadakan di Jawa Barat.

Dalam rangka menghadapi bonus demografi, produktivitas tenaga kerja Indonesia harus terus ditingkatkan. Untuk itu, Program Kartu Prakerja diluncurkan pemerintah. Program itu diharapkan dapat memberikan peluang dan harapan bagi seluruh masyarakat agar mau berubah, bangkit, meningkatkan kemampuannya hingga menjadi SDM yang kompeten, produktivitas tinggi, dan berdaya saing. Terutama generasi muda.

Pada kesempatan itu, Airlangga secara simbolis memberikan KUR kepada alumni Program Kartu Prakerja. Dilanjutkan dengan berdialog dan mengunjungi Pojok Karya didampingi Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank BNI Sis Apik Wijayanto, dan Direktur Bisnis Mikro Bank BRI Supari.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news