alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Delapan PMI Positif Covid-19

04 Juni 2021, 18: 34: 22 WIB | editor : Abdul Basri

Delapan PMI Positif Covid-19

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Gelombang kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bangkalan berlanjut. Sejauh ini, ditemukan delapan pekerja yang positif Covid-19. Mereka harus menjalani isolasi di balai diklat badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya aparatur (BKPSDA).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo menyampaikan, delapan PMI itu berstatus orang tanpa gejala (OTG). Karena itu, PMI yang terpapar Covid-19 harus menjalani masa karantina lebih panjang daripada pahlawan devisa yang lain. ”Kamar dan gedungnya berbeda,” terangnya kemarin (3/6).

Pria yang biasa disapa Yoyok itu akan berkoordinasi dengan lembaga dinas perindustrian dan ketenagakerjaan (disperinaker) untuk menyediakan ruang karantina bagi PMI yang positif Covid-19. Opsi sementara, menjadikan balai diklat BKPSDA sebagai tempat isolasi mandiri.

Baca juga: Pemerintah Yakin Pemulihan Ekonomi Makin Menguat

Sedangkan PMI yang tidak terpapar akan direlokasi ke balai latihan kerja (BLK). ”Terpapar Covid-19 seperti pada umumnya. Belum ada yang terkena Covid-19 varian baru,” tutur mantan kepala Puskesmas Blega tersebut.

Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Bangkalan Hariyani Fitrianingsih mengungkapkan, PMI yang pulang sudah lebih 700 orang. Rata-rata berasal dari Malaysia dan Singapura. ”Ada yang juga dari Korea, tetapi sedikit,” tutur perempuan berhijab tersebut.

Sejauh ini, belum ada koordinasi tentang pemanfaatan BLK sebagai tempat karantina bagi PMI yang baru datang. Apalagi, sekarang lembaganya membuka enam paket pelatihan kerja. Dengan demikian, tempat penginapan peserta pelatihan itu harus dimanfaatkan para peserta. ”Mungkin nanti pimpinan yang akan berkomunikasi dengan pihak dinkes,” ujarnya.

Menurut Yani, tempat penginapan bagi peserta pelatihan kerja sebelumnya memang menjadi tempat karantina bagi PMI. Itu dilakukan jika balai diklat BKPSDA sudah penuh. ”Kalau di penginapan BLK kapasitasnya juga sedikit. Paling hanya biasa menampung 40 orang,” imbuhnya.

Dandim 0829/Bangkalan Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo mengatakan, penggunaan balai diklat BKPSDA untuk PMI yang positif sudah dikomunikasikan dalam rakor dengan gugas kabupaten. Opsi bagi PMI yang tidak positif yaitu di BLK.

Jika BLK tidak dapat ditempati karena dimanfaatkan untuk pelatihan kerja, pihaknya tidak ambil pusing. Sudah ada beberapa lokasi yang sebelumnya dipersiapkan sebagai tempat karantina PMI. Di antaranya, Gedung Rato Ebuh, Hotel Ningrat, dan Hotel Rose.

”Kita lihat perkembangnnya dulu seperti apa. Jika memang dua tempat itu (balai diklat dan BLK) masih bisa digunakan, kita akan manfaatkan itu saja,” tandasnya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news