alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Ketika Empat Bupati dan Bassra Gelar Pertemuan di Sampang

Hilangkan Ego Sektoral untuk Bangun Madura

03 Juni 2021, 18: 07: 12 WIB | editor : Abdul Basri

SATU SUARA: Bupati Sampang Slamet Junaidi (pegang mik) berdiskusi dengan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi serta ulama Bassra di Pendapa Trunojoyo kemarin.

SATU SUARA: Bupati Sampang Slamet Junaidi (pegang mik) berdiskusi dengan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi serta ulama Bassra di Pendapa Trunojoyo kemarin. (PROKOPIM FOR RadarMadura.id)

Share this      

Membangun Madura harus dilakukan secara bersama-sama. Jika ulama dan umara bersatu bisa melahirkan keyakinan bahwa Madura akan menjadi lebih baik. Keyakinan itu muncul dalam pertemuan di Pendapa Trunojoyo Sampang.

ANIS BILLAH, Sampang, Jawa Pos Radar Madura

EMPAT kepala daerah di Madura berkumpul di Sampang kemarin (2/6). Terdiri atas Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron, Bupati Sampang Slamet Junaidi, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

Baca juga: MU Dapat Pengganti Bruno Lopes

Pada kesempatan itu Bupati Slamet Junaidi didampingi Wabup Abdullah Hidayat. Empat kepala daerah itu menggelar pertemuan dengan Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (Bassra) di Pendapa Trunojoyo.

Bupati Slamet Junaidi menyampaikan, pertemuan tersebut diinisiasi oleh Bassra. Tokoh ulama pesantren di Madura itu berkeinginan untuk bertemu dengan seluruh bupati dari empat kabupaten di Pulau Garam. Dalam pertemuan tersebut diisi dengan berdiskusi tentang hal-hal yang berkaitan dengan kemajuan Madura.

Banyak pembahasan yang didiskusikan. Intinya, bupati se-Madura dan Bassra ingin menyatukan persepsi untuk pembangunan Madura. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa mereka memiliki tujuan yang sama untuk kemajuan Pulau Garam.

”Kami sepakat untuk menghilangkan ego sektoral untuk Madura. Kami berharap terus terjalin silaturahmi yang baik antara ulama dan umara,” tutur pria yang akrab disapa Haji Idi itu.

Mantan anggota DPR RI itu mengungkapkan, banyak isu yang berkembang di Madura. Mulai dari peredaran narkoba hingga masalah keamanan. Masalah-masalah itu perlu ditangani bersama agar citra Madura tidak selalu negatif.

”Kami bersama ulama akan bersama-sama dalam menangani masalah narkoba. Sebab, narkoba terjadi di semua daerah di Madura,” ungkapnya.

Masalah keamanan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebab, hal itu menjadi salah satu pertimbangan investor untuk berinvestasi. Karena itu, pihaknya meyakini kondisi di Madura saat ini cenderung kondusif.

Haji Idi mengutarakan, salah satu penopang peningkatan ekonomi yakni di sektor pariwisata. Pihaknya meyakinkan Bassra tidak ada wisata di wilayahnya yang melanggar norma agama dan masyarakat.

”Banyak orang Madura yang sukses menjadi tokoh nasional. Ada Pak Mahfud MD, kemudian Pak Said Abdullah. Kalau bersatu, insyaallah Madura akan maju,” ujarnya.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menambahkan, program pemerintahannya tidak jauh berbeda dengan tiga kabupaten lain. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan pengusaha sukses asal Madura di perantauan. Pemkab Bangkalan mengajak mereka untuk ikut andil dalam pembangunan Madura.

Untuk itu, pihaknya mengapresiasi pertemuan yang digelar di Sampang tersebut. ”Semua bupati saya rasa memiliki komitmen yang sama. Termasuk masalah wisata syariah dan pemberantasan narkoba,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menuturkan, terdapat beberapa prioritas yang menjadi fokus pembenahan di Madura. Termasuk, berkaitan dengan sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian. Pihaknya mendorong brand image Madura untuk lebih baik dengan bergandengan tangan bersama ulama.

”Kita harus bergandengan tangan. Tidak hanya pemerintah, tapi kita semua harus bersama-sama,” tegasnya.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi sepakat pemberantasan narkoba harus ditumpas hingga ke akar-akarnya. Sebab, narkoba membahayakan generasi bangsa. Pihaknya mengantisipasi agar generasi muda di Madura tidak terjerumus ke hal yang sangat bertentangan dengan agama.

Tantangan di Sumenep lebih besar. Sebab, banyak daerah kepulauan yang bisa menjadi pintu masuk peredaran narkoba. Selain itu, pihaknya berupaya untuk menciptakan nuansa wisata yang islami.

”Kami memberikan imbauan bagi turis asing yang ke Sumenep untuk berpakaian sopan. Sebab, kultur sosial dan agama di sini berbeda dengan di Bali atau tempat lain,” paparnya.

Ketua Bassra Mohammad Rofik Baidowi bersyukur seluruh bupati di Madura bisa hadir dalam pertemuan tersebut. Hal itu dilakukan dalam rangka silaturahmi dan menyatukan persepsi untuk pembangunan Madura yang lebih baik. Pihaknya yakin jika seluruh stakeholder di Madura bersatu, permasalahan apa pun bisa diselesaikan dengan baik.

”Kami berkumpul memberikan masukan dan menjadi ajang silaturahmi antara ulama dan umara. Kita menyatukan persepsi untuk kemajuan Madura,” jelas Rofik.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news