alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tiga Hari Embat Lima Motor, Polres Sampang Tangkap Spesialis Curanmor

02 Juni 2021, 13: 17: 57 WIB | editor : Abdul Basri

UNGKAP KASUS: Dua tersangka curanmor dan seorang penadah dirilis Polres Sampang, Senin sore (31/5).

UNGKAP KASUS: Dua tersangka curanmor dan seorang penadah dirilis Polres Sampang, Senin sore (31/5). (POLRES SAMPANG FOR RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Kerja sama Gunawan Efendi, 31, dan Ali Mashuri, 21, tidak baik ditiru. Dua warga Desa/Kecamatan Torjun, Sampang, ini berkomplot melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Akibatnya, mereka sama-sama masuk tahanan Polres Sampang.

Penelusuran polisi, mereka diketahui sebagai spesialis curanmor. Dalam jangka waktu tiga hari sejak 26 hingga 28 Mei berturut-turut mereka berhasil membawa kabur lima sepeda motor. Dalam sehari mereka bisa ”metik” dua kendaraan di tempat berbeda.

Lokasi pertama di Jalan Panglima Sudirman Nomor 1, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang. Gunawan Efendi dan Ali Mashuri diduga mencuri Honda Vario 150 Rabu (26/5) sekitar pukul 14.00. Kendaraan putih itu milik Moh. Ainur Rofik, 33, warga Kelurahan Dalpenang.

Baca juga: Cerita Pekerja Migran yang Pulang Kampung Terdampak Pandemi Covid-19

Enam jam setengah kemudian mereka beraksi lagi di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang. Di tempat kejadian perkara (TKP) kedua ini, mereka kembali mencomot Honda Vario 2016. Kendaraan warna merah milik Inneke Sintya Dewi, 21, warga Kelurahan Dalpenang itu berhasil pindah tangan sekitar pukul 20.30.

Keesokan harinya, Kamis (27/5) Gunawan Efendi dan Ali Mashuri kembali menggondol sepeda motor di Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang. Sekitar pukul 11.30 mereka beraksi di Jalan KH Hasyim Ashari. Kendaraan yang berhasil dikuasai Honda Vario 150. Sepeda motor warna merah itu milik Ahmad Syafiuddin, 38, pegawai negeri sipil (PNS) asal Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang.

Pada hari yang sama Gunawan Efendi dan Ali Mashuri kembali melancarkan aksinya. Mereka beraksi di desanya sendiri sekitar pukul 19.00. Lokasinya di Dusun Torjun, Desa Torjun, Kecamatan Torjun. Malam itu mereka menyikat Honda Beat biru milik Basri, 63, pedagang asal Desa Dulang, Kecamatan Torjun.

Aksi pencurian mereka terus berlanjut. Jumat (28/5) sekitar pukul 13.30 mereka beraksi di Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung, Sampang. Honda Beat putih lis merah tahun 2018 nopol L 3068 QX berhasil disikat. Kendaraan roda dua itu milik Sahrawi, 51, warga Desa Kramat, Kecamatan Kedungdung.

Jumat terakhir bulan Mei 2021 itu menjadi sejarah perjalanan mereka. Pasalnya, malam hari setelah beraksi di Kedungdung, Gunawan Efendi dibekuk polisi. Dia ditangkap petugas di kawasan kota.

Setelah itu polisi memburu ”pasangan” Gunawan. Hasilnya, Ali Mashuri juga berhasil diringkus. Pemuda 21 tahun tersebut diamankan di sekitar rumahnya.

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz menyampaikan, pihaknya tidak hanya mengamankan kedua tersangka. Polisi juga menangkap seorang tersangka lain. Yakni Moh. Nuri, 30, warga Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong. Dia ditangkap di rumahnya Sabtu pagi (29/5). ”Kami juga berhasil mengamankan satu orang penadah,” katanya.

Hafidz mengungkapkan, komplotan pencuri tersebut terbilang cukup ahli dalam melakukan aksinya. Sebab, dalam jangka waktu tiga hari berhasil mencuri sepeda motor di lima lokasi sekaligus. ”Jadi aksi mereka berturut-turut selama tiga hari di lokasi yang berbeda,” lanjutnya.

Modus yang dilakukan oleh tersangka yaitu dengan mengamati terlebih dahulu target yang disasar. Kemudian, memanfaatkan situasi sepi. ”Mereka merusak kontak sepeda motor menggunakan kunci T,” terang Hafidz.

Pengungkapan kasus tersebut berdasarkan laporan masyarakat. Polres Sampang kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap keberadaan tersangka. ”Kami amankan dua orang pencurinya dulu. Baru kita kembangkan ke penadahnya,” ucapnya.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan lima unit sepeda motor hasil kejahatan sebagai barang bukti. Lima kendaraan itu diamankan petugas dari rumah kosong di sekitar rumah Nuri. Selain itu, polisi menyita empat buku kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB), empat surat tanda nomor kendaraan (STNK), tiga kunci kontak sepeda motor, dua kunci palsu, dan remot sepeda motor.

Barang bukti lain yakni dua anak kunci T, satu rumah kontak berisi patahan anak kunci T yang diduga digunakan tersangka saat beraksi. Polisi juga menyita Honda PCX hitam lansiran 2018 yang digunakan Gunawan dan Ali sebagai kendaraan operasional. Dalam melakukan aksinya, satu orang beraksi dan satu orang lagi menunggu di kendaraan sambil mengamankan situasi.

”Dua tersangka curanmor kami jerat ancaman hukuman 9 tahun penjara dan penadah 4 tahun,” tutup Hafidz. (iqb)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news