alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Ribuan Perantau Diprediksi Berdatangan

01 Juni 2021, 19: 15: 04 WIB | editor : Abdul Basri

KETAT: Penyemprotan barang-barang PMI di Gedung Islamic Center Pamekasan.

KETAT: Penyemprotan barang-barang PMI di Gedung Islamic Center Pamekasan. (BUDI CAHYONO FOR RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Pamekasan diprediksi pulang ke Kota Gerbang Salam. Sampai saat ini, total PMI yang tiba di Pamekasan sudah mencapai 700 orang.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Pamekasan dr. Nanang Suyanto membenarkan hal tersebut. ”Ada tujuh ratusan PMI yang terdata per hari ini (kemarin, Red). Ke depan, diprediksi ada ribuan PMI yang dipulangkan secara bergelombang,” katanya.

Menurut dia, dari 700 PMI yang tiba di Pamekasan, diketahui ada sekitar tujuh orang yang dinyatakan positif Covid-19. Perkembangan terkini, kondisi mereka saat ini sudah membaik dan dinyatakan sembuh. ”Sudah dinyatakan sembuh oleh puskesmas setelah menjalani isolasi mandiri selama 10 hari,” ucapnya.

Baca juga: Menteri Parekraf Dorong Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Sumenep

Dia menjelaskan, PMI tersebut masuk ke Pamekasan dengan kategori orang tanpa gejala (OTG). ”Masa karantina selama 10 hari. Setelah diperiksa, tidak ditemukan gejala. Sesuai dengan juklat, mereka dinyatakan sembuh,” tuturnya.

Selama sebulan ke depan, sambung Nanang Suyanto, PMI asal Pamekasan itu diperkirakan terus berdatangan secara bergelombang. Jumlahnya 5–7 ribu orang. ”Setiap hari tim satgas Covid-19 rutin menjemput ke Asrama Haji Surabaya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, berdasar informasi yang disampaikan para PMI asal Pamekasan, salah satu alasan mereka pulang ke Indonesia karena negara tempatnya bekerja di-lockdown. ”Kabar terakhir yang saya terima, Malaysia melakukan lockdown. Karena itu, banyak yang pulang,” paparnya.

Apakah tidak khawatir PMI terpapar Covid-19 varian baru? Nanang Suyanto menuturkan, bagi PMI yang positif akan dipantau secara ketat. Dengan demikian, virus korona tersebut tidak menular ke orang-orang di sekitarnya. ”PMI yang datang ke Pamekasan sudah terkategori negatif. Saat tiba di bandara, mereka sudah diswab. Jika negatif, mereka masuk asrama haji selama dua hari. Hari ketiga dan empat, para PMI dipulangkan ke rumah masing-masig,” terangnya.

Nanang Suyanto mengungkapkan, kalau hari pertama positif, mereka dirawat di rumah sakit di Surabaya untuk menjalani karantina sampai dinyatakan sembuh. Saat ini, terang dia, ada PMI asal Pamekasan yang dirawat karena positif Covid-19. ”Setelah diperiksa, bukan terjangkiti varian baru. Alhamdulillah, tidak ada warga Pamekasan yang terjangkiti Covid-19 varian baru,” pungkasnya. (sin)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news