alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Kedatangan PMI Diprediksi Hingga Juli

01 Juni 2021, 19: 12: 01 WIB | editor : Abdul Basri

PULANG KAMPUNG: Puluhan PMI tiba di BLK Sampang kemarin.

PULANG KAMPUNG: Puluhan PMI tiba di BLK Sampang kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Pemulangan Pekerja migran Indonesia (PMI) sudah berlangsung sekitar sebulan. Hingga kemarin (31/5), jumlah perantau yang dipulangkan mencapai 1.681 orang. Diprediksi, kepulangan PMI berlangsung hingga Juli.

Plt Kabid Penempatan Tenaga Kerja DPMPTSP Sampang Agus Sumarso menuturkan, institusinya mencatat pemulangan PMI berlangsung sejak 30 April. Rata-rata PMI dipulangkan karena putus kontrak. ”Sementara tempat PMI bekerja saat ini sedang di-lockdown karena pandemi Covid-19,” ucapnya.

Agus tidak bisa memprediksi jumlah PMI yang akan dipulangkan ke Kota Bahari. Pasalnya, PMI yang kembali ke Indonesia dalam setiap gelombang tidak sama. Jumlah PMI yang dipulangkan kemarin (31/5), misalnya, sedikit dibanding awal pemulangan. ”Hari ini kami menerima 14 PMI. Pemulangna PMI tidak dilakukan setiap hari,” tuturnya.

Baca juga: Santri yang Manfaatkan Waktu Senggang Belajar Geografi

Meski begitu, Pemkab Sampang tetap stand by jika sewaktu-waktu mendapat informasi dari Pemprov Jatim terkait pemulangan PMI. Karena itu, institusinya menyiapkan armada untuk menjemput PMI. ”Besok (hari ini) diperkirakan 21 PMI akan kita jemput. Kalau hasil tes dinyatakan negatif, mereka akan dipulangkan ke rumahnya semua,” janjinya.

 Dia menjelaskan, meski gelombang pemulangan PMI terus berlangsung, dia minta masyarakat tidak khawatir dengan kesehatan perantau yang mayoritas pulang dari Malaysia tersebut. Sebab, PMI sudah menjalani pemeriksaan kesehatan. ”PMI yang dipulangkan itu hasilnya negatif. Kalau positif, pemprov tidak mungkin mau memulangkan mereka,” paparnya.

Saat ditanya berapa jumlah PMI asal Kota Bahari yang terinfeksi virus korona, Agus mengaku tidak tahu. Sebab, Pemprov Jatim merahasiakan identitas PMI yang terinfeksi Covid-19. Jika dibeberkan, itu akan merugikan pasien Covid-19. Apalagi, pemprov saat ini mewaspadai persebaran virus varian baru. ”Data PMI yang terkena Covid-19 tidak dibuka karena akan berdampak pada nasib PMI,” pungkasnya. (bil)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news