alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features
Khoirul Istianah, Peraih Medali Perak OSN

Santri yang Manfaatkan Waktu Senggang Belajar Geografi

01 Juni 2021, 19: 05: 17 WIB | editor : Abdul Basri

MEMBANGGAKAN: Khoirul Istianah (kiri) bersama Kepala MA Nahdlatul Athfal Gersempal Omben Akhmad Faizol Mustain (kanan) menunjukkan piagam penghargaan kemarin.

MEMBANGGAKAN: Khoirul Istianah (kiri) bersama Kepala MA Nahdlatul Athfal Gersempal Omben Akhmad Faizol Mustain (kanan) menunjukkan piagam penghargaan kemarin. (MOH. IQBAL/RadarMadura.id)

Share this      

MA Nahdlatul Athfal Desa Gersempal, Kecamatan Omben, patut bersyukur. Sebab, salah seorang muridnya berhasil meraih penghargaan dalam Olimpiade Sains Nasional (ONS) 2021 tingkat SMA/sederajat. OSN kali ini diikuti 300 murid pilihan di seluruh Indonesia.

MOH. IQBAL, Sampang, Jawa Pos Radar Madura

DALAM benak Khoirul Istianah, tidak pernah membayangkan bisa menyabet penghargaan medali perak. Tapi kenyataannya, murid kelas XI IPS tersebut sukses membawa pulang medali tersebut. Sebab, pengetahuannya di bidang geografi mengantarkannya sebagai juara dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2021.

Baca juga: Polres Gandeng Dinkes Gelar Rapid Test Dadakan

Saat ditunjuk sekolah untuk mengikuti OSN tersebut, pelajar asal Desa Palenggiyan, Kecamatan Kedungdung, Sampang, tersebut memang mulai meluangkan waktu khusus untuk belajar geografi. Sebab, waktu senggang yang dimilikinya sangat terbatas. Selama ini, Khoirul Istianah mondok.

”Saat ada waktu lowong, saya luangkan untuk membuka buku-buku geografi mulai dari kelas X, XI, dan XII,” katanya.

Pelajar kelahiran 17 Maret tersebut sejak awal menyukai mata pelajaran geografi. Alasannya, berhubungan langsung dengan alam sekitar. Dia mengakui, menyabet penghargaan tersebut bukan perkara mudah. ”Saya memang tertarik dan suka flora-fauna. Pelajarannya tidak ribet,” ucap Khoirul Istianah.

Khoirul Istianah bersyukur ditunjuk mewakili sekolah mengikuti olimpiade tersebut karena bisa menyalurkan kemampuannya. Selain meluangkan waktu lengang untuk belajar, dia rajin berkomunikasi dengan guru pengampu. Dia juga memanfaatkan laptop sekolah untuk mengembangkan kemampuannya. ”Alhamdulillah, saya mendapat kepercayaan guru,” tuturnya.

Pelajar berusia 17 tahun itu tidak menyangka bisa mendapat penghargaan. Sebab, yang mengikuti olimpiade tersebut ratusan pelajar utusan sekolah pilihan se-Indonesia. ”Saat menerima penghargaan, saya langsung sujud syukur,” tutup Khoirul Istianah.

Sementara itu, Kepala MA Nahdlatul Athfal Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Akhmad Faizol Mustain mengungkapkan, ada dua murid yang berprestasi dan menerima piagam dalam OSN 2021. Yakni, Khoirul Istianah dan Novita Sari. Keduanya sama-sama menyabet medali perak. ”Sejak awal, saya mendorong guru-guru lebih aktif dan memantau penyelenggaraan lomba-lomba,” katanya.

Menurut dia, ada delapan murid yang diutus dalam OSN tersebut. Perinciannya, tiga pelajar mengikuti lomba bahasa Inggris, tiga pelajar mengikuti lomba matematika, dan dua pelajar mengikuti lomba geografi. ”Yang meraih penghargaan hanya pelajar yang mengikuti lomba geografi,” terang Akhmad Faizol Mustain.

Dia menjelaskan, murid asuhannya memang diberi mata pelajar dengan jam penuh. Sebab, mereka melanjutkan pelajaran di pondok pesantren hingga malam hari. Murid yang menyabet penghargaan merupakan murid yang benar-benar memiliki potensi dan kemampuan lebih. ”Persiapannya memang singkat, tapi hasilnya tidak mengecewakan,” ucap Akhmad Faizol Mustain.

Akhmad Faizol Mustain berharap prestasi yang ditorehkan Khoirul Istianah dan Novita Sari tersebut bisa menjadi penyemangat bagi pelajar lainnya untuk berprestasi. ”Saya ingin dua orang ini menjadi motivator bagi anak didik lainnya,” tutupnya. 

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news