alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

HF Ditahan setelah Jalani Rekonstruksi

3 Tersangka Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

25 Mei 2021, 18: 58: 08 WIB | editor : Abdul Basri

PAKAI ROMPI: Tersangka HF digiring ke sel tahanan Polres Bangkalan usai menjalani pemeriksaan di ruang pidum kemarin.

PAKAI ROMPI: Tersangka HF digiring ke sel tahanan Polres Bangkalan usai menjalani pemeriksaan di ruang pidum kemarin. (DARUL HAKIM/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura –  Satreskrim Polres Bangkalan menggelar rekonstruksi kasus penembakan Syafiuddin alias Luddin kemarin (24/5). Setelah menjalani rekonstruksi, anggota DPRD Bangkalan berinisial HF ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian, pria asal Kecamatan Geger itu digiring ke sel tahanan. Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan tiga orang.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo menyampaikan, pemeriksaan sudah lengkap. Institusinya juga telah menerima hasil uji balistik dari Bidlabfor Polda Jatim. Hasilnya, ada kesesuaian antara proyektil dan senjata yang ditembakkan tersangka kepada korban. ”Jadi, mulai hari ini (24/5) kami lakukan penahanan kepada tersangka,” terangnya.

Menurut Sigit, dalam rekonstruksi tersebut, tiga tersangka memeragakan perannya masing-masing. Ada 11 adegan yang diperagakan. Kesimpulannya, yang diperagakan tersangka sama dengan keterangan yang disampaikan para saksi. Yakni, HF yang melakukan penembakan kepada korban.

Baca juga: Pemkab Bangkalan Quatrick Raih Opini WTP

”Senjata api (senpi) yang digunakan tersangka milik Sufwat. Sufwat ini merupakan korban kasus pembunuhan di Arosbaya yang merupakan paman HF. Lalu, senpi dipegang oleh HF,” urainya mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto.

Dia menjelaskan, senpi yang diamankan institusinya dalam kasus tersebut merupakan rakitan. Motif tersangka melakukan penembakan karena sakit hati. Sebab, pegawai HF berinisial S yang juga ditetapkan sebagai tersangka kehilangan sepeda motor di toko milik HF.

Sebelum kejadian, terang Sigit, para tersangka mendatangi korban yang diduga sebagai pencuri motor S. Tujuannya, meminta klarifikasi dan berharap sepeda motor yang hilang dikembalikan. Ternyata, korban melakukan perlawanan. ”Nah, di situ terjadi penembakan. Tersangka dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” ungkapnya.

Sekadar informasi, Syafiuddin alias Luddin, 35, warga Dusun Lebak Barat, Desa/Kecamatan Sepulu, ditemukan tewas pada Minggu (28/3) sekitar pukul 01.00. Namun, kasus penembakan tersebut diperkirakan terjadi Sabtu (27/3) pukul 23.00. Korban tertembak di dekat ketiak bagian kanan.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Keduanya berinisial M, 25, dan S, 25 tahun. Polisi juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa proyektil peluru dari tubuh korban dan senpi. (rul)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news