alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep
Pemkab Ingin Mandiri

Pantai Lombang Tidak Boleh Dipihakketigakan

10 Mei 2021, 18: 19: 41 WIB | editor : Abdul Basri

SEMERAWUT: Pantai Lombang di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, kurang mendapat perawatan.

SEMERAWUT: Pantai Lombang di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, kurang mendapat perawatan. (DAFIR FALAH/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Saat menggelar event, Pemkab Sumenep tidak mengizinkan Pantai Lombang dikelola pihak ketiga. Pemkab menghendaki pengelola Pantai Lombang mandiri. Kebijakan itu diterapkan untuk mengoptimalkan perolehan pendapatan dari sektor wisata.

Kepala UPT Destinasi Wisata Sumenep Agus Sugianto membenarkan hal tersebut. Biasanya, ketika Lebaran Ketupat, Pantai Lombang dipihakketigakan. Namun, pemerintah kabupaten (pemkab) sekarang tidak mengizinkan. ”Biasanya semacam disewa beberapa hari, tetapi dengan asumsi harus bayar,” tuturnya.

Menurut dia, sumber pemasukan Pantai Lombang tidak hanya dari retribusi. Tetapi, juga dari pengelolaan event-event yang diselenggarakan di area pantai. ”Tiap tahun dari sumber pengelolaan sepertinya ditarget Rp 58 juta,” ucapnya.

Baca juga: RSUD Syamrabu Berbagi dan Kenalkan Inovasi

Dia memprediksi, raihan pendapatan pada tahun ini tidak bakal maksimal, baik pemasukan dari retribusi maupun pengelolaan. Sebab, pantai cemara itu sudah lama tidak buka akibat pandemi Covid-19.

Sebagaimana diketahui, Objek wisata di Kabupaten Sumenep secara serentak sudah bisa dibuka. Terhitung H plus 1 Hari Raya Idul Fitri. Namun, dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan (prokes).

”Objek wisata milik pemerintah maupun milik swasta sudah bisa dibuka. Itu sesuai statement bupati. Termasuk, milik pemerintah. Yakni, Pantai Lombang. Syaratnya, tidak boleh mengabaikan prokes,” ujarnya.

Menurut Agus, biasanya setelah Hari Raya Idul Fitri, ada event Lebaran Ketupat di Pantai Lombang. Kegiatan itu berlangsung pada hari ketujuh setelah Lebaran. Namun, wisatawan berdatangan sejak H plus 1 Lebaran. ”Wisatawan sudah bisa ke wisata Pantai Lombang, tapi tidak diizinkan ada event,” tegasnya.

Agus menyampaikan, jika berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, saat Lebaran Ketupat biasanya ada hiburan. Namun karena sekarang masa pandemi, hal tersebut tidak diperkenankan. ”Tidak boleh karena pasti berkerumun,” terangnya.

(mr/daf/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news