alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Majelis Hakim PN Bangkalan Vonis Oknum Kepala SMP 5 Tahun

06 Mei 2021, 11: 34: 04 WIB | editor : Haryanto

DIPUTUS: Terdakwa dugaan percobaan pencabulan Muhmidun Syukur mendengarkan pembacaan putusan majelis hakim PN Bangkalan Rabu (5/5).

DIPUTUS: Terdakwa dugaan percobaan pencabulan Muhmidun Syukur mendengarkan pembacaan putusan majelis hakim PN Bangkalan Rabu (5/5). (Jupri/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Isak tangis NS pecah setelah majelis hakim membacakan amar putusan di Pengadikan Negeri (PN) Bangkalan pukul 14.00 Rabu (5/5). Perempuan 23 tahun itu mengaku puas dengan ketukan palu hakim kepada Muhmidun Syukur selaku terdakwa. Oknum kepala SMP di Kecamatan Klampis itu divonis lima tahun dalam kasus pencabulan.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang dipimpin hakim ketua Maskur Hidayat itu menyatakan Muhmidun Syukur terbukti melanggar pasal 289 dan ada juncto 53 KUHP. Dengan demikian, warga Desa Bragang, Kecamatan Klampis, itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

”Yang meringankan, terdakwa mengikuti proses persidangan dengan baik dan tidak pernah dihukum sebelumnya,” terang Maskur Hidayat.

Baca juga: Timor-er Madura Berbagi Bersama Anak Yatim

Hakim asal Lamongan itu menambahkan, pertimbangan yang memberatkan, karena aksi cabul yang dilakukan terdakwa membuat korban trauma. Sehingga, majelis hakim menjatuhkan sanksi pidana 5 tahun dengan dikurangi masa tahanan.

NS menyampaikan, sudah satu tahun dirinya mencari keadilan. Dirinya mengaku sangat puas dengan putusan 5 tahun yang dijatuhkan majelis hakim kepada terdakwa. ”Ternyata hakim memvonis sesuai dengan tuntutan jaksa. Saya sampaikan terima kasih kepada teman-teman yang memperjuangkan keadilan untuk saya,” ucapnya dengan tetesan air mata yang membasahi maskernya.

Selama proses hukum berlangsung, sambung NS, banyak pihak yang menuding dirinya hanya merekayasa kasus. Bahkan, banyak orang yang menyampaikan bahwa dirinya tidak akan menang dalam memperjuangkan keadilan yang diinginkan.

”Tuhan sudah membukakan kebenaran bahwa saya itu benar-benar korban dan bukan fitnah,” katanya.

Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan Choirul Arifin mengatakan, putusan hakim sudah sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Dengan begitu, pembuktian yang dipaparkan selama persidangan oleh JPU Aditya sesuai dengan fakta hukum.

”Kami tidak mungkin banding karena putusannya sudah sesuai dengan tuntutan jaksa,” katanya.

Choirul mengatakan, terdakwa memiliki waktu tujuh hari untuk pikir-pikir. Jika tidak puas atas putusan hakim dapat melakukan upaya banding. Lembaganya tidak mempersoalkan jika langkah itu diambil karena memang menjadi hak terdakwa. ”Yang jelas, kalau kami menerima,” tutur jaksa asal Sidoarjo tersebut.

Sudarto selaku kuasa hukum Muhmidun Syukur mengaku kaget dan tidak percaya atas putusan yang dibacakan majelis hakim. Sebab, menurut dia, tidak ada satu pun nota pembelaan yang pernah disampaikan dalam proses persidangan dijadikan pertimbangan oleh majelis hakim.

”Dalam persidangan banyak kejanggalan, yang menurut kami, majelis hakim patut mempertimbangkan validitas keterangan saksi dengan saksi yang lainnya,” katanya.

Sudarto menilai, banyak keterangan saksi yang saling bertentangan selama proses persidangan. Hal itu harusnya dijadikan pertimbangan oleh majelis hakim dalam rangka mencari kebenaran materil sebelum menentukan putusan.

Karena itu, advokat asal Kecamatan Sepulu itu akan melakukan kajian atas putusan hakim sebelum menentukan langkah hukum yang akan diambil. ”Dalam persidangan terdakwa sudah menyampaikan untuk pikir-pikir. Jadi kami masih mempelajari dulu,” tutur mantan aktivis mahasiswa itu.

Sebelumnya, Muhmidun Syukur diduga mengajak NS (inisial) untuk berhubungan badan Sabtu (13/6/2020). Peristiwa itu terjadi di ruang kerja Muhmidun Syukur di salah satu lembaga pendidikan di Kecamatan Klampis. Namun, NS memberontak dan selamat dari aksi tak terpuji itu. (jup/luq)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news