alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarmadura
Home > Esai
icon featured
Esai

Pilkades di Bulan Puasa

Oleh ABU DZARRIN AL-HAMIDY*

05 Mei 2021, 08: 20: 25 WIB | editor : Abdul Basri

Pilkades di Bulan Puasa

Share this      

SEPERTI telah diberitakan oleh koran ini (Jawa Pos Radar Madura, Minggu 2 Mei 2021), bahwa pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan pada hari/tanggal tersebut dilakukan serentak di 117 desa se-Kabupaten Bangkalan. Sedianya pilkades diselenggarakan di 120 desa. Namun karena berbagai pertimbangan, ada 3 desa menunda pergelaran pilkades.

Adapun 3 desa tersebut adalah Desa Lomaer, Kecamatan Blega; Desa Tanah Merah Laok dan Desa Dlambah Dajah, Kecamatan Tanah Merah. Dalam pengamatan penulis sebagaimana yang disaksikan langsung di lapangan, tepatnya di Dusun Kemuning, Desa Burneh, betapa antusiasme warga masyarakat berbondong-bondong menuju tempat pemungutan suara (TPS) sejak mulai dibukanya layanan tepat pukul 07.00. Panitia pilkades sigap serta bekerja dengan maksimal dan penuh tanggung jawab melayani masyarakat pemilih dengan kesabaran tingkat tinggi.

Apa yang telah menjadi keputusan Pemerintah Kabupaten Bangkalan tersebut ternyata bertepatan di momen pelaksanaan ibadah puasa Ramadan, sungguh keputusan yang sangat mempertimbangkan banyak kemaslahatan, mengingat akan mengurangi eskalasi dampak pilkades yang cenderung memanas. Hal ini berbanding terbalik eskalasinya bila pelaksanaan pilkades dilaksanakan di luar bulan Ramadan. Suatu kondisi yang sangat rawan yang ujungnya akan cenderung memicu terjadinya instabilitas politik dan tentunya hal ini pasti tidak diinginkan terjadi oleh semua pihak.

Baca juga: Berawal dari Mimpi, Tekadkan Rangkul Kalangan Preman

Pesan moral yang ingin digali dari pelaksanaan pilkades di bulan Ramadan kali ini adalah, berpuasa pada bulan Ramadan tidaklah menjadikan aktivitas umat Islam berkurang, apalagi larut dalam kemalasan. Justru pada saat melaksanakan puasa, umat Islam harus lebih produktif dan bersemangat. Sebagai bukti nyata yang mendukung argumentasi statement tersebut adalah dengan melacak kondisi riil orang yang lapar karena berpuasa dengan orang yang lapar karena lapar itu sendiri.

Bila yang disebut pertama, seseorang itu (diharapkan) akan tahan terhadap godaan emosi; sedangkan yang kedua, seseorang tersebut akan cenderung abai terhadap lingkungan sekitarnya. Bahkan, menjadi tak terkendali dan liar. Akibatnya, tidak sedikit akan melahirkan tindakan destruktif, seperti penjarahan yang terjadi di sebagian kota-kota besar di Indonesia pada peristiwa krisis moneter tahun 1998.

Di sisi lain, ternyata tidak sedikit peristiwa penting dan bersejarah dalam dunia Islam yang terjadi pada bulan Ramadan, hal ini sekaligus menepis anggapan bahwa orang berpuasa cenderung tidak produktif dan tidak berprestasi. Di antara fenomena yang bersejarah tersebut adalah—di antaranya—turunnya ayat suci Al-Qur’an kali pertama pada bulan Ramadan. Kemenangan pasukan Rasulullah SAW dalam Perang Badar, pada 17 Ramadan tahun 7 H. Tariq bin Ziyad berhasil menaklukkan Andalusia pada Ramadan tahun 92 H. Bahkan, Tariq memimpin Armada Islam dengan sukses menyeberangi laut yang memisahkan Afrika dan Eropa.

Pendirian Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, oleh Dinasti Fatimiyah berlangsung pada Ramadan 361 H. Berikutnya, salah satu pemimpin perang umat Islam, Salahuddin al-Ayyubi, dapat mengalahkan tentara Salib pada Ramadan 584 H. Tak kalah heroiknya adalah peristiwa kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 diproklamasikan tepat di hari Jumat pada bulan Ramadan.

Dengan demikian, serangkaian peristiwa penting pada bulan Ramadan ini mengilustrasikan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi sarana penempaan jiwa dan spiritual. Tetapi, juga dapat menjadi sarana bagi umat Islam untuk meningkatkan produktivitas raganya.

Rasulullah SAW lebih menghargai umatnya yang produktif daripada yang bermalas-malasan. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya, andaikan ada di antara kalian yang berusaha membawa seutas tali dan pergi ke sebuah bukit untuk mencari kayu bakar. Kemudian, kayu bakar itu dipikul di punggungnya untuk dijual, sehingga dia dapat memenuhi kebutuhannya. Tentunya, tindakan itu jauh lebih terhormat ketimbang ia meminta-minta kepada orang lain.” (HR Bukhari).

Spirit yang ingin dibangun Rasulullah SAW melalui hadis tersebut, umat Islam harus menjadi umat yang produktif untuk memenuhi kebutuhannya. Meskipun, harus bekerja kasar mengambil kayu bakar di hutan kemudian menjualnya, daripada terlena dalam kemalasan dan meminta-minta.

Terkait dengan itu, Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa agar umatnya terhindar dari kebingungan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, dan lilitan utang, Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazani wa a’udzubika mina ’ajzi wal kasali wa a’udzubika minal jubni wal bukhli wa a’udzubika min ghalabati daini waqahrirrijal. (Ya Allah, Sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan. Aku juga berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari karakter pengecut dan sifat kekikiran. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan orang lain).

Oleh karena itu, setiap aktivitas umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan, seyogianya dilakukan dengan penuh kepatuhan, kesungguhan, dan semangat mengharap rida Allah. Sebab, nilai ibadah puasa seseorang bergantung pada seberapa maksimal dan produktif dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam hubungan ini, Al-Qur’an telah mengingatkan, ”Dan setiap orang memperoleh tingkatan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Allah mencukupkan balasan perbuatan mereka, dan mereka tidak dirugikan.” (QS Al-Ahqaf [46]: 19).

Akhirnya, kita semua berharap dan berdoa semoga dengan keberkahan bulan suci Ramadan, ikhtiar pelaksanaan pilkades kali ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berkualitas dan berintegritas yang dapat membawa arah pembangunan yang lebih maju di setiap desa, amin. 

*)Direktur Madrasah PP Asshomadiyah Burneh, dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, dan ketua umum MUI Kecamatan Burneh.

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news