alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Tata Kelola IAIN Madura Sesuai dengan Standar Internasional

Terima Dua Sertifikasi ISO Sekaligus

05 Mei 2021, 08: 14: 28 WIB | editor : Abdul Basri

SUKSES: Rektor IAIN Madura Dr H Mohammad Kosim, M.Ag. (kanan) menerima sertifikat ISO dari Presiden Direktur MSC dan DGI Certification Sholichin Agung Darmawan di aula Fakultas Tarbiyah kemarin.

SUKSES: Rektor IAIN Madura Dr H Mohammad Kosim, M.Ag. (kanan) menerima sertifikat ISO dari Presiden Direktur MSC dan DGI Certification Sholichin Agung Darmawan di aula Fakultas Tarbiyah kemarin. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

IAIN Madura semakin moncer. Kualitas pengelolaan sudah berstandar internasional. Pengakuan itu dibuktikan dengan sertifikasi International Organization for Standardization (ISO).

MOH. ALI MUHSIN, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

DR H Mohammad Kosim, M.Ag. tidak bisa menyembunyikan ekspresi kebahagiaannya kemarin (4/5). Wajahnya berbinar-binar disertai senyum merekah saat menerima sertifikat berbingkai cokelat itu.

Baca juga: Bupati Dengar Langsung Keluh Kesah Masyarakat

KOMPAK: Civitas academica IAIN Madura berfoto bersama Presiden Direktur MSC dan DGI Certification Sholichin Agung Darmawan (pakai batik) di aula Fakultas Tarbiyah kemarin.

KOMPAK: Civitas academica IAIN Madura berfoto bersama Presiden Direktur MSC dan DGI Certification Sholichin Agung Darmawan (pakai batik) di aula Fakultas Tarbiyah kemarin. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Sertifikat itu diterima Kosim selaku rektor IAIN Madura dari Presiden Direktur MSC dan DGI Certification Sholichin Agung Darmawan. Aula Fakultas Tarbiyah menjadi tempat bersejarah serah terima sertifikat ISO. IAIN Madura menerima dua sertifikat ISO sekaligus, yaitu untuk bidang manajemen dan pendidikan.

Pengakuan tata kelola IAIN Madura dengan dua sertifkat ISO itu menjadi satu-satunya kampus di Madura, bahkan di Jawa Timur. Hal tersebut menjadi pemacu bagi IAIN Madura untuk semakin meningkatkan kualitas. Khususnya dalam proses peralihan status dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menuju Universitas Islam Negeri (UIN).

”Alhamdulillah, IAIN Madura saat ini sudah menerima sertifikat ISO. Itu berarti tata kelola kami sudah bertaraf internasional,” kata Mohammad Kosim.

Kosim menjelaskan, sejak awal pihaknya membuat tim untuk mendapatkan sertifikasi ISO. Berbagai hal yang menjadi persyaratan disiapkan. Tim tersebut mulai dari tingkat rektor hingga ketua program studi (Kaprodi).

”Kami sepakat sejak awal untuk mendapatkan sertifikasi ISO guna menjajaki sejauh mana kemampuan. Setelah kami mendaftar, lalu dinilai dan divisitasi, ternyata memenuhi syarat minimal ISO,” ungkapnya.

Dengan sertifikasi ISO tersebut, pihaknya semakin percaya diri IAIN akan semakin mendapat kepercayaan masyarakat. Sebab, pengelolaan kampus tersebut telah bertaraf internasional. Tidak hanya terakreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

”Dengan sertifikasi ISO ini, positifnya tentu membentuk budaya mutu kampus. Kalau budaya terbentuk, tidak susah untuk mengembangkan kampus berstandar internasional,” ucapnya.

Pihaknya bakal mempertahankan pengakuan atau sertifikasi ISO tersebut. Tim akan terus menjaga kualitas dan hal-hal yang telah menjadi ketentuan sertifikasi ISO. ”Tim bakal terus bekerja,” jelas Kosim.

Presiden Direktur MSC dan DGI Certification Sholichin Agung Darmawan menjelaskan, dengan sertifikasi ISO, membuktikan secara internal tata kelola sudah terstruktur. Kemudian, IAIN Madura diakui telah memiliki tata kelola sesuai dengan standar internasional.

”Jika mau bekerja sama dengan perguruan tinggi internasional, mereka sudah percaya karena IAIN Madura telah memiliki sistem yang diakui internasional,” terangnya.

Pihaknya tidak asal mengeluarkan sertifikasi ISO ke perguruan tinggi. Pihaknya telebih dahulu melakukan audit atau penilaian sistem dan implementasinya. ”Kami melakukan audit, lalu kami bandingkan dengan kriteria ISO,” jelasnya.

Jika ada yang tidak sesuai dengan persyaratan, belum bisa mendapatkan sertifikasi ISO tersebut. IAIN telah memenuhi berbagai ketentuan yang dipersyaratkan. Berbagai aspek yang dinilai di antaranya mengenai rencana strategis dan aspek leadership.

Kemudian, pengelolan SDM dan aspek tridarma pembelajaran, penelitian, dan pengabdian, serta monitoring evaluasi. ”Sertifikasi ISO ini berlaku tiga tahun dan setiap satu tahun kami audit. Jika misalkan dalam satu tahun ada temuan yang tidak sesuai dengan kriteria, sertifikasi itu bisa kami cabut,” tegasnya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news