alexametrics
Kamis, 06 May 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Warga Kecewa Layanan PLN

04 Mei 2021, 17: 26: 13 WIB | editor : Abdul Basri

MENJAMUR: Budi daya tambak udang di Kecamatan Dungkek, Sumenep, menggunakan penerangan listrik dari PT PLN.

MENJAMUR: Budi daya tambak udang di Kecamatan Dungkek, Sumenep, menggunakan penerangan listrik dari PT PLN. (DAFIR FALAH/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pelayanan PT PLN (Persero) kurang maksimal. Terutama, untuk jaringan penerangan wilayah Kecamatan Dungkek dan Batang-Batang, Sumenep. Penerangan listrik di dua kecamatan tersebut sering padam.

Abdul Aziz, warga Kecamatan Dungkek kesal dengan pelayanan PLN belakangan ini. Sebab, sering padam dan tutun voltase. Kejadian tersebut sudah lama. Namun, hingga kini tidak ada perubahan berarti.

”Terus terang, saya kecewa dengan pelayanan PLN belakangan ini. Karena turun voltase terlalu sering,” ujarnya.

Baca juga: Ra Latif: Pilkades Aman dan Kondusif

Aziz mengungkapkan, tegangan listrik itu kerap kali turun sejak banyak budi daya udang. Tetapi, hal itu tidak bisa dijadikalan alasan. PLN harus siap menambah kapasitas daya agar pelanggan tidak dirugikan. ”Kalau banyak pemasang baru, PLN juga harus cari cara supaya tidak sering turun voltase,” katanya.

Menurut Aziz, ketika tegangan listrik turun, bukan satu keluarga saja yang dirugikan. Tetapi, banyak pelanggan terdampak. Apalagi, di bulan Ramadan seperti sekarang. ”Urusan dapur jadi terganggu. Tadarus juga terganggu. Banyaklah pokoknya,” sebutnya.

Dia meminta PLN bertanggung jawab. Sebab, meski mendapatkan pelayanan kurang maksimal, bayaran pelanggan tidak berkurang. ”Mohon tingkatkan pelayanan. Kami benar-benar dirugikan,” tuturnya.

Manajer Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) PT PLN (Persero) Sumenep Enni Susilawati tidak menampik jika sering terjadi turun voltase di dua kecamatan itu. Sebab, banyak pemasang baru untuk budidaya tambak udang. ”Untuk Dungkek dan Batang-Batang memang begitu, karena banyak pemasang baru,” kata dia.

Enni menyampaikan, voltase itu turun karena setiap pengajuan pasang baru di dua kecamatan itu tidak dilakukan secara kolektif. Sehingga, sulit diketahui kebutuhan daya. Akhirnya, tidak bisa tambah trafo.

”Kalau kolektif itu bisa diketahui untuk tambahan travo. Sementara, nambah travo itu butuh daya besar. Caranya dengan kolektif,” tandasnya.

(mr/daf/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news