alexametrics
Kamis, 06 May 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Semua Pekerja Nonprosedural

04 Mei 2021, 17: 23: 08 WIB | editor : Abdul Basri

KOSONG: Petugas berjaga di pintu masuk GIC di Jalan Raya Panglegur, Pamekasan, kemarin.

KOSONG: Petugas berjaga di pintu masuk GIC di Jalan Raya Panglegur, Pamekasan, kemarin. (ONGKY ARISTA UA./RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Sebanyak 156 pekerja migran Indonesia (PMI) dipulangkan dari Malaysia dan Singapura ke Pamekasan. Ratusan PMII nonprosedural itu tiba secara bertahap sejak Jumat (30/4) hingga kemarin (3/5).

Pada hari pertama (30/4) 45 orang, Sabtu (1/5) 35 orang, Minggu (2/5) 24 orang, dan kemarin (3/5) 52 PMI. Ratusan PMI ini tidak langsung dipulangkan ke Pamekasan setelah datang dari tanah rantau. Mereka diisolasi di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Di sana mereka menjalani swab test.

Mereka yang positif akan ditahan di Surabaya untuk mendapat perawatan medis. Sementara yang negatif akan dipulangkan ke daerah masing-masing. Mereka yang dipulangkan dalam keadaan negatif swab pun tidak langsung pulang ke rumah. Mereka akan dikarantina di Gedung Islamic Center (GIC) di Jalan Raya Panglegur. Secara prosedural, karantina dilakukan selama tiga hari.

Baca juga: Masa Kontrak Kerja Habis

Plt Kepala DPMPTSP dan Naker Pamekasan Supriyanto menerangkan, mekanisme pemulangan sudah diatur Pemprov Jatim. Dari asrama haji mereka dijemput dengan difasilitasi angkutan dari Pemkab Pamekasan. Sampai di Pamekasan, dikarantina kembali di GIC.

”Di GIC diswab lagi. Kalau negatif, baru dipulangkan. Itu prosedurnya,” ungkapnya. Pria yang akrab disapa Pri itu mengatakan, PMI yang pulang ini berangkat secara nonprosedural.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, karantina di GIC tidak dilakukan selama tiga hari. Tapi, hanya satu hari. Salah satu alasannya, khawatir memicu kerumunan di GIC. Selain itu, tidak ada anggaran penjagaan dan makan. Mereka yang dikarantina rata-rata menginap satu hari. Mereka mendapat jatah makan untuk berbuka dan sahur.

Pada saat Jawa Pos Radar Madura berkunjung ke GIC kemarin sore (3/5), tidak ada PMI sama sekali. Padahal jika ketentuan karantina tiga hari, semestinya masih ada PMI yang berada di GIC. Sebab, berturut-turut PMI berdatangan ke Pamekasan sejak 30 April, 1 Mei dan 2 Mei.

Menurut seorang petugas, PMI ini rata-rata menginap sehari. Sesuai prosedur, mereka mestinya dijemput kepala desa (Kades) atau sekretaris desa (Sekdes) agar keberadaan mereka tetap terpantau. ”Mereka dijemput keluarganya,” kata sumber yang tidak bisa disebutkan namanya. (ky)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news