alexametrics
Kamis, 06 May 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Masa Kontrak Kerja Habis

Disperinaker Tahan Paspor PMI

04 Mei 2021, 17: 16: 14 WIB | editor : Abdul Basri

TIBA DI TANAH KELAHIRAN: PMI menurunkan barang bawaaan saat tiba di Balai Diklat BKPSDA Bangkalan di Jalan Soekarno-Hatta Minggu (2/5).

TIBA DI TANAH KELAHIRAN: PMI menurunkan barang bawaaan saat tiba di Balai Diklat BKPSDA Bangkalan di Jalan Soekarno-Hatta Minggu (2/5). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Puluhan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bangkalan tiba di Kota Salak Minggu (2/5). Mereka dijemput oleh tim Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan dari Asrama Haji Surabaya. Mereka pulang ke kampung halaman karena masa kontrak kerja di luar negeri sudah habis.

Puluhan PMI asal Malaysia dan Singapura tersebut didata. Kemudian, menjalani masa karantina di Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) di Jalan Soekarno-Hatta Bangkalan. Untuk mengantisipasi adanya PMI yang mokong, petugas menyita paspor mereka.

Ali Suarti, salah seorang PMI yang ditemui Jawa Pos Radar Madura mengaku sudah lima tahun mengadu nasib di Malaysia. Dia berangkat melalui jalur resmi alias legal. Dia pulang karena ada keperluan keluarga. ”Pulangnya berdua sama keluarga (istri, Red),” ucapnya.

Baca juga: Mungkinkah, Budaya (Sejarah) Sebatas Masa Lalu?

DIDATA: Anggota BPBD Sampang mendata PMI yang tiba di balai latihan kerja (BLK).

DIDATA: Anggota BPBD Sampang mendata PMI yang tiba di balai latihan kerja (BLK). (MOH. IQBAL/RadarMadura.id)

Pria asal Desa Pakes, Kecamatan Konang, itu mengaku sudah menjalani masa karantina di Kota Pahlawan. Karena itu, dia beranggapan tidak perlu menjalani karantina di balai diklat BKPSDA. Namun karena paspornya ditahan, akhirnya memilih pasrah dan mengikuti anjuran pemerintah.

Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga kerja Disperinaker Bangkalan Hariyani Fitrianingsih mengatakan, ada 147 PMI yang tiba. Secara berurutan, Jumat (30/4) 23 orang, Sabtu (1/5) 34 orang, Minggu (2/5) 16 orang, dan Senin (3/5) 74 orang.

Yani memaparkan, PMI yang tiba rata-rata karena habis masa kontrak dengan perusahaannya. Ada pula PMI yang sengaja pulang karena ada keperluan. Dia menepis adanya PMI yang dipulangkan karena berangkat secara ilegal. ”Kalau dideportasi prosedurnya berbeda. Misalnya ada pengantar dari KBRI,” katanya.

Menurutnya, masa karantina yang harus dijalani oleh puluhan PMI selama tiga hari atau hingga hasil swabnya keluar. Dia memastikan semua PMI menjalani karantina dan tidak kabur dari balai diklat BKPSDA. Karena itu, pihaknya mengamankan semua paspor milik PMI. ”Kalaupun ada yang pulang, mereka harus kembali karena paspornya ada di kami,” imbuhnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Abdul Aziz meminta PMI didata dengan baik. Dia minta puluhan PMI itu difasilitasi agar bisa mendapatkan pekerjaan atau dibekali pelatihan. ”Mereka wajib dibina agar berminat bekerja di sini (Indonesia, Red). Sebab, bekerja di luar negeri itu penuh risiko,” imbuhnya.

Politikus PPP itu mengatakan, masyarakat yang menjadi PMI rata-rata merupakan tulang punggung keluarga. Jika tidak dibekali pembinaan yang maksimal, mereka akan kembali merantau. ”Makanya harus ada pekerjaan yang layak bagi PMI yang sudah pulang itu,” tandasnya.

Ratusan PMI asal Sampang juga berdatangan. Rata-rata kepulangan mereka karena habis kontrak kerja. Pemerintah daerah belum memiliki sikap yang jelas mengenai ratusan orang tersebut. Saat ini masih fokus melakukan pendataan.

Plt Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Sampang Agus Sumarso mengungkapkan, jumlah PMI yang akan dipulangkan diperkirakan mencapai ribuan. Namun, mengenai angka jelasnya belum diketahui secara pasti karena jumlah yang datang setiap harinya berbeda.

Sampai saat ini sudah ada 282 warga yang dipulangkan dari Singapura dan Malaysia. Dengan rincian, Jumat (30/4) terdapat 106 orang, Sabtu (1/5) terdapat 41 PMI, Minggu (2/5) 32 warga, dan Senin (3/5) ada 103 orang. ”Ini saya menjemputnya di Surabaya,” katanya.

PMI yang datang tersebut masih didata. Terkait tempat tinggal, tujuan berangkat ke luar negeri, kepemilikan paspor, dan semacamnya. Kebanyakan dari mereka dipulangkan dari luar negeri karena habis masa kerja. ”Makanya terpaksa dipulangkan,” ucap Agus.

DPMPTSP dan Naker Sampang belum memikirkan langkah apa yang akan diambil untuk menyikapi ratusan PMI yang sudah dipulangkan tersebut. Pihaknya masih fokus melakukan pendataan. Kemungkinan, kata Agus, nantinya akan diberikan pelatihan khusus, dengan harapan tidak lagi kembali ke luar negeri dan membuka peluang kerja baru di Kota Bahari.

DPMPTSP dan Naker Sampang menyediakan sejumlah pelatihan kerja untuk masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Tujuan pelatihan tersebut untuk memberikan wawasan yang lebih bagi masyarakat. Misalnya, berkenaan dengan pelatihan menjahit, otomotif, dan semacamnya. ”Tapi untuk PMI ini nanti akan kita bahas lagi,” imbuhnya.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sampang Yuliadi Setiyawan mengatakan, pihaknya memang sudah menerima sebagian laporan terkait pemulangan PMI. Rata-rata dari mereka memang pulang karena masa kerjanya sudah habis. ”Nanti akan kami dorong dinas terkait untuk memberikan pelatihan,” katanya. (jup/iqb)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news