alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

25 Pekerja Di-PHK dan 25 PMI Dipulangkan

01 Mei 2021, 16: 24: 57 WIB | editor : Abdul Basri

SEPI: Seorang pengendara sepeda motor berada di depan tempat karantina PMI yang dipulangkan dari balai diklat.

SEPI: Seorang pengendara sepeda motor berada di depan tempat karantina PMI yang dipulangkan dari balai diklat. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Pada masa pandemi Covid-19, peringatan Hari Buruh Internasional kali ini merupakan kali kedua. Kondisinya masih sama seperti tahun lalu. Bedanya, tahun ini tidak ada pekerja atau buruh yang dirumahkan. Sebab, kondisi pandemi mereda dan perekonomian mulai pulih.

            Tetapi, untuk pekerja atau buruh yang menerima sanksi pemutusan hubungan kerja (PHK) masih ada. Selama lima tahun terakhir, ada 25 tenaga kerja yang diberhentikan. Penyebabnya beberapa faktor.

            Salah satunya akibat ketidakcocokan perusahaan pada pekerja. Dalam setahun, rata-rata buruh yang di-PHK tidak sampai puluhan orang. Dalam lima tahun terakhir, buruh yang di-PHK dan jumlahnya paling sedikit terjadi pada 2018. Totalnya 3 orang.

Baca juga: Semula Pulang Setiap Bulan, Sekarang Setahun Sekali

            Tahun lalu ada 7 pekerja yang diputus kontrak. Tetapi, ada ratusan buruh yang dirumahkan akibat pandemi. Sedangkan sejak awal Januari 2021 hingga saat ini, tercatat 3 buruh yang terkena PHK.

            Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan Agus E. Leandy mengatakan, tidak ada kegiatan yang diselenggarakan untuk memperingati hari buruh tahun ini. ”Buruh tidak melakukan aksi demo dan tidak ada buruh melakukan mogok kerja,” ucapnya.

Menurutnya, semua buruh wajib mendapatkan haknya. Seperti tunjangan hari raya, gaji, dan insentif lainnya. THR wajib dibayarkan walau masih berada di masa pandemi. ”Semua perusahaan dari skala besar, menengah, dan kecil harus memenuhi hak pekerja,” ucapnya.

            Dijelaskan, pada momen Hari Buruh Internasional kali ini, ada puluhan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Zikir dan Salawat yang dideportasi. Buktinya, Disperinaker Bangkalan melakukan penjemputan terhadap 25 PMI.

            ”Puluhan PMI dipulangkan dari Malaysia dan Singapura. PMI pulang karena masa kontrak habis dan tidak diperpanjang lagi,” singkatnya.

            Kepulangan PMI dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Hal itu berdasar surat edaran tim gugus tugas Covid-19 nomor 8 tahun 2021. ”Sudah ada SOP-nya. Pekerja yang datang langsung, dicek kesehatannya dan dikarantina di Asrama Haji, Surabaya. Jika hasil tes swab positif, akan dibawa ke rumah sakit. Kalau negatif, dibawa pulang dan dikarantina di Balai Diklat selama dua hari,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad mengatakan, dia miris melihat nasib para buruh dalam setahun terakhir. Banyak karyawan di-PHK dan dirumahkan. ”Dulu setiap May Day hampir selalu ada demo. Sekarang situasinya beda. pemerintah harus mencarikan solusi. Sebab, banyak karyawan di-PHK dan dirumahkan,” paparnya. (mi) 

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news