alexametrics
Kamis, 06 May 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Kota Salak Masuk Rencana Pembangunan Strategis Sektor Wisata

30 April 2021, 20: 20: 35 WIB | editor : Haryanto

MENYIMAK: Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menyimak pemaparan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat FGD virtual di Pendapa Agung, Kamis malam (29/4).

MENYIMAK: Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menyimak pemaparan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat FGD virtual di Pendapa Agung, Kamis malam (29/4). (Humas Pemkab Bangkalan for RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron melaksanakan forum group discussion (FGD) bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Kamis malam (29/4). Kegiatan yang mengusung tema Kaka’ Menteri Kerrong Dha’ Bangkalan itu dilakukan secara virtual di pendapa agung.

Banyak hal penting yang didapat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan melalui FGD yang dilaksanakan secara virtual itu. Salah satunya, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa Kota Salak masuk dalam rencana pembangunan strategis nasional sektor wisata.

Bupati yang biasa dipanggil Ra Latif itu mengatakan, Pemkab Bangkalan terus menumbuhkembangkan semua sektor untuk meningkatkan kesejahteraan mayarakat. Di antaranya, menumbuhkembangkan sektor wisata ekonomi kreatif melalui pelaku usaha mikro kecil menengah.

Baca juga: Tidak Gila Eksistensi

SOLID: Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron (kemeja putih) berfoto bersama perserta FGD virtual di Pendapa Agung, Kamis malam (29/4).

SOLID: Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron (kemeja putih) berfoto bersama perserta FGD virtual di Pendapa Agung, Kamis malam (29/4). (Humas Pemkab Bangkalan for RadarMadura.id)

”Pengembangan pariwisata merupakan visi-misi kami untuk menyelenggarakan pelayanan yang berkualitas dan tata kelola pemanfaatan potensi ekonomi. Termasuk, sosial-budaya untuk meningkatkan daya saing daerah,” ucapnya Kamis (29/4).

Diungkapkan, Pemkab Bangkalan saat ini memiliki Peraturan Daerah (Perda) 1/2020 tentang   Rencana Induk Pembangunan Kabupaten Bangkalan Tahun 2020–2035. Dalam regulasi itu, terdapat 31 objek wisata alam, 11 objek wisata budaya, dan 11 objek wisata buatan. Sarana dan prasarana serta sumber daya manusia (SDM) diupayakan terus dikembangkan.

”Mudah-mudahan kakak menteri (Sandiaga Salahuddin Uno) bisa datang dan melihat secara langsung potensi wisata yang berada di Bangkalan,” tutur mantan wakil anggota DPRD itu.

Ra Latif menambahkan, masih banyak upaya yang perlu dilakukan oleh Pemkab Bangkalan untuk mendorong pengembangan pariwisata dan pelaku usaha mikro di Kota Salak. Karena itu, dia minta dukungan pemenuhan sarpras pendukung dari pemerintah pusa,t khususnya Kemenparekraf.

”Mudah-mudahan pengembangan wisata di Bangkalan mendapat atensi dan perhatian khusus dari pemerintah pusat,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pemerintah pusat akan melakukan pembangunan strategis nasional sektor wisata. Pihaknya memastikan Kota Salak masuk salah satu daerah yang akan menjadi wilayah pengembangan pariwisata.

”Kabupaten Bangkalan masuk dalam pengembangan pariwisata nasional, wilayah Surabaya Kota, dan sekitarnya,” tutur mantan wakil gubenur DKI Jakarta itu.

Sandi mengutarakan, banyak produk ekonomi kreatif yang tumbuh dari kabupaten ujung barat Pulau Madura. Namun, masih banyak yang belum memiliki labelisasi yang dapat mendukung pemasaran dan daya saingnya. Salak satunya hak kekayaan intelektual (HKI).

”Beberapa produk dan jasa yang ada di bangkalan akan kita kembangkan dari kemasan maupun dari kekayaan intelektualnya,” janji mantan aktivis HMI tersebut.

Sandi mengatakan, pendapatan domistik bruto yang dihasilkan dari ekonomi kreatif mencapai Rp 100.000 triliun dengan urutan ketiga di dunia. Dia optimistis, Bangkalan akan menjadi pemain utama dalam hal pengembangan ekonomi kreatif. Karena potensi yang ada didukung oleh kepala daerah yang sangat totalitas.

”Saya akan kirim buku saya, Sandiaga Uno yang terus berlari untuk bupati dan wakil bupati,” katanya.

Sandi mengaku sangat rindu datang ke bangkalan. Pria berkacamata itu mengaku ingin mengunjungi wisata religi dan bertemu langsung dengan para pelaku usaha mikro yang ada di Bangkalan. ”Semoga dalam waktu tidak terlalu lama bisa terjadwalkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Bangkalan Agus Zein menilai, banyak hal posistif yang didapat dari FGD bersama Menparekraf. Salah satunya, masuknya Bangkalan sebagai daerah rencana pembangunan strategis sektor wisata nasional

”OPD terkait perlu menindaklanjuti dengan kementerian agar mendapatkan hal yang lebih konkret,” sarannya.

Ditambahkan, Pemkab Bangkalan menyambut baik upaya untuk mendorong ekonomi kreatif agar bisa dipantenkan dalam bentuk HKI. Agar tidak ditiru atau diklaim oleh orang lain. Apalagi dari aspek daya saing, setelah ada labelisasi HKI, maka produk asal Bangkalan akan dapat diterima di pasaran

 ”Produk-produk kita memang perlu didaftarkan untuk mendapatkan HKI agar tidak ditiru orang lain,” tukasnya. (jup/par)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news