alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Lauk Kesukaan Ketua Pengadilan Negeri Bangkalan Masykur Hidayat

Bandeng Pedas Lebih Sip

30 April 2021, 17: 56: 36 WIB | editor : Abdul Basri

HARMONIS: Keluarga Ketua PN Bangklan buka puasa di kediamannya di Kusuma Bangsa Regency, Blok D-9, Kabupaten Lamongan.

HARMONIS: Keluarga Ketua PN Bangklan buka puasa di kediamannya di Kusuma Bangsa Regency, Blok D-9, Kabupaten Lamongan. (MASYKUR HIDAYAT FOR RadarMadura.id)

Share this      

Menu makanan buka puasa Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan Masykur Hidayat tergolong sederhana. Ingin tahu apa saja? Berikut wawancara Jawa Pos Radar Madura (JPRM) dengan Ulfa Fatmawati, istri Masykur Hidayat.

SAAT mendengar azan Magrib berkumandang, kali pertama yang dikonsumsi meminum air putih. Setelah itu, memakan kurma sebelum beralih ke makanan lain yang dihidangkan.

Demikian Ulfa Fatmawati menggambarkan keseruan berbuka bersama suami bersamaan dengan matahari terbenam. Ulfa mengungkapkan, suaminya berasal dari keluarga kawasan pesisir. Karena itu, lauk yang akrab dikonsumsi khas tambak. Terutama bandeng bakar atau dimasak dengan kuah pedas.

Baca juga: Karena Realisasi dan Pengawasan DD Belum Maksimal

Dia menyebut, suaminya termasuk tipe orang yang suka pedas. ”Suami saya itu tipe orang yang gampang sekali, pokoknya ada sambel dan ikan yang disukai, seperti ikan panggang atau bakar,” imbuhnya.

Setelah berbuka, suaminya langsung mengajak anggota keluarga melangsungkan salat Magrib berjamaah. Setelah selesai, lalu santai sambil berguyon untuk menunggu azan Isya. Lalu, lanjut melaksanakan salat Isya dan Tarawih.

”Kadang tengah malam bangun. Apa yang di meja di-maem gitu,” tutur perempuan berdomisili di Kusuma Bangsa Regency Blok D-9 Lamongan tersebut.

Sementara menu yang disukai suaminya saat sahur yaitu sayur bening. Porsi makannya tidak banyak. Namun, untuk mengurangi rasa haus pada siang hari saat menjalankan tugasnya sebagai hakim, suaminya biasa banyak meminum air putih.

Masykur mengakui lauk kesukaannya adalah bandeng bakar. Itu dikarenakan sejak kecil hidup di wilayah pesisir. Sejak kanak-kanak memang sudah akrab dengan lauk yang berasal dari tambak, seperti bandeng dan mujair.

Diakui, Lamongan biasa dikenal dengan Kota Soto. Kehidupannya sejak kecil yang berada di Bangkalan wilayah pesisir membuatnya lebih akrab dengan bandeng dan mujair daripada soto. ”Saya mengenal soto lamongan saat SMA di kota. Dulunya di desa tidak ada warung soto sebanyak seperti sekarang,” kenangnya.

Masykur tidak setiap hari pulang ke Lamongan. Jadi, buka dan sahur biasa dilakukan di Kota Salak. Meski tidak setiap hari menemukan bandeng bakar, dia cocok dengan beberapa makanan di Bangkalan. Seperti bebek goreng dan kikil. ”Yang penting pedas. Kalau tidak pedas, rasanya kurang sip,” ungkapnya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news