alexametrics
Kamis, 06 May 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Selfie Dibunuh karena Dendam

Tersangka Sakit Hati dengan Orang Tua Korban

30 April 2021, 05: 45: 47 WIB | editor : Abdul Basri

TERTUNDUK: Siti Latifah (berkerudung), warga Desa Tambaagung Ares, Kecamatan Ambunten, Sumenep, dihadirkan polisi saat press release di halaman Mapolres Sumenep.

TERTUNDUK: Siti Latifah (berkerudung), warga Desa Tambaagung Ares, Kecamatan Ambunten, Sumenep, dihadirkan polisi saat press release di halaman Mapolres Sumenep. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Terungkap sudah misteri pembunuhan balita berusia 4 tahun bernama Selfie Nur Indah Sari. Warga Desa Tambaagung Ares, Kecamatan Ambunten itu dibunuh tetangganya sendiri. Diculik saat bermain. Lalu, disekap dan dibuang ke sumur.

Pelaku adalah Siti Latifa, 30, yang merupakan tetangga satu desa dengan korban. Bahkan, tersangka disebut masih memiliki ikatan keluarga dengan orang tua korban. Wanita berusia 30 tahun itu menyandang predikat tersangka setelah menjalani pemeriksaan Rabu (28/4). Saat menjalani pemeriksaan hampir 10 jam, dia dicecar sekitar 40 pertanyaan.

Di hadapan polisi, tersangka mengakui telah menghabisi nyawa korban. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB). Sejak kemarin (29/4)  tersangka langsung ditahan di Mapolres Sumenep. Sosok tersangka juga dihadirkan polisi saat menggelar press release.

Baca juga: Bupati Pererat Silaturahmi dengan Masyakat dan Ulama

Kapolres Sumenep AKBP Darman menyampaikan, kasus ini terungkap berkat dukungan semua pihak kepada aparat kepolisian saat melakukan penyelidikan. ”Butuh waktu hampir sepekan untuk mengungkap tersangka. Sebab, polisi sempat kesulitan mengumpulkan keterangan saksi. Tersangka melakukan aksi kejinya seorang diri,” ucapnya.

Menurut dia, penangkapan terhadap tersangka dilakukan jajarannya setelah mendapat keterangan dari saksi. ”Saat melakukan penggeledahan, polisi berhasil menemukan anting korban di rumah tersangka. Motif tersangka tega menganiaya dan membunuh korban lantaran sakit hati dengan orang tuanya,” imbuhnya.

Kepada polisi, tersangka menduga ibu korban yang berstatus janda memiliki hubungan spesial dengan suaminya. ”Tersangka mengambil perhiasan korban, dan laku dijual senilai Rp 4 juta. Tersangka masih ada hubungan kekerabatan dengan korban. Tapi, bukan keluarga dekat,” jelasnya.

Dijelaskan, sejumlah barang bukti (BB) berhasil diamankan polisi. Di antaranya, satu unit sepeda motor, anting seberat setengah gram, kerudung warna hitam, kerudung warna biru tosca, karung bekas, dan rok pendek warna kuning. Termasuk, kaus lengan pendek warna putih, kaus singlet warna ungu, celana dalam warna kuning, dan uang sebesar Rp 4 juta.

”Tersangka dijerat pasal 80 KUHP ayat 3 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Tersangka disangka melakukan tindak kekerasan terhadap anak hingga yang bersangkutan meninggal,” pungkasnya. (jun)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news