alexametrics
Kamis, 06 May 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Warga Temukan Makam Baru Berisi Bayi

Masih Selidiki Hasil Aborsi atau Tidak

29 April 2021, 16: 45: 40 WIB | editor : Abdul Basri

SUDAH DIBONGKAR: Salah seorang warga berada di dekat titik penguburan bayi di Dusun Jumiang, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, kemarin.

SUDAH DIBONGKAR: Salah seorang warga berada di dekat titik penguburan bayi di Dusun Jumiang, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, kemarin. (ONGKY ARISTA UA./RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Jumna, 34, warga Dusun Jumiang, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, terkejut saat kakinya terperosok ke dalam tanah pada Selasa (27/4). Saat itu dia sedang bersih-bersih kuburan saudaranya di kompleks pemakaman desa setempat.

Saat kakinya terperosok, dia pun penasaran terhadap gundukan tanah itu. Sebab, pada Selasa (20/4) minggu sebelumnya, tidak ada apa pun di dekat makam saudaranya itu. Karena penasaran, dia pun mengeruk tanah tersebut sedikit demi sedikit dan menemukan ada batu nisan di dalamnya.

”Saya terkejut, karena waktu itu tidak ada orang meninggal di desa kami. Seminggu sebelumnya saya tidak menemukan apa pun,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Baca juga: Disaksikan KPK, Pemkab Komitmen Cegah Korupsi

Karena tidak berani membongkar, dia pun pulang dan menceritakannya kepada keluarganya. Jumna juga bercerita bahwa di dalam tanah yang dikeruk itu ada kafan dan diyakini berisi jasad bayi.

Kemarin pagi (28/4), kabar penemuan makam baru itu sudah menyebar ke telinga warga di Dusun Jumiang, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu. Penemuan tersebut pun sampai ke pihak Polsek Pademawu. Kepolisian lalu membongkar makam tersebut dan membawa jasad bayi untuk diotopsi.

Kapolsek Pademawu AKP Suryono menerangkan, pembongkaran itu dilakukan sekitar pukul 10.00. ”Setelah dibongkar, bayi divisum di Puskesmas Sopaah. Bayi tersebut diperkirakan meninggal selama sembilan hari. Visumnya hanya bagian luar saja,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pasca gegernya penemuan makam baru itu, ada seorang perempuan bernama Ningsih yang mengakui sebagai ibu kandung. Ningsih adalah perempuan yang sudah menjanda lebih dari delapan tahun. ”Bayi itu gugur diperkirakan usia enam bulan,” katanya.

Kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Pamekasan kemarin (28/4). Kasatreskrim Polres AKP Adhi Putranto Utomo menerangkan, berdasar hasil pemeriksaan sementara, bayi tersebut hasil hubungan Ningsih dengan laki-laki bernama Jupri. Ningsih dan Jupri menikah siri. ”Informasi sementara, saat melahirkan, bayi itu meninggal,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pihaknya masih akan mendalami informasi tersebut. Apakah bayi itu benar-benar meninggal saat dilahirkan atau aborsi. ”Dia menikah siri dengan seorang laki-laki bernama Jupri,” sambungnya.

”Jika nanti ternyata karena aborsi, ada pasalnya. Kalau bayi meninggal sesaat setelah dilahirkan, gak ada pasalnya,” kata Adhi. ”Bayi itu dikuburkan diam-diam karena orang tua Ningsih tidak tahu kalau putrinya menikah,” imbuhnya.

Jupri sempat diwawancarai JPRM sebelum dibawa ke Mapolres Pamekasan. Dia mengakui bahwa anak yang dikubur itu adalah anaknya hasil hubungan dengan Ningsih. ”Saya lama tidak pulang karena kerja di Sumenep. Baru pulang sekarang karena ditelepon bahwa anak saya meninggal,” tukasnya. (ky)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news