alexametrics
Kamis, 06 May 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kades Ditahan Bersama Oknum LSM

25 April 2021, 21: 42: 13 WIB | editor : Abdul Basri

DIPROSES: Nai, tersangka kasus dugaan penipuan dilimpahkan ke kejari oleh penyidik Polres Bangkalan, Rabu (21/4).

DIPROSES: Nai, tersangka kasus dugaan penipuan dilimpahkan ke kejari oleh penyidik Polres Bangkalan, Rabu (21/4). (PUTU FOR RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Kasus dugaan penipuan yang menyeret oknum kepala desa (Kades) dan oknum LSM di Bangkalan menggelinding ke Korps Adhyaksa. Penyidik Polres Bangkalan melimpahkan berkas beserta barang bukti (BB) dan tersangka ke Kejaksaan Negeri (Kejari), Rabu (21/4). Bahkan, Korps Adhyaksa langsung melakukan penahanan.

Dua orang tersangka itu oknum LSM Moh. Hosen dan Kades Pamorah, Kecamatan Tragah, Nai. Mereka ditahan oleh penyidik Polres Bangkalan beberapa hari. Namun, kedua tersangka mengajukan penangguhan. Lalu, polisi menangguhkan penahanan mereka.

Kasi Intel Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana menyampaikan, penanganan perkara terhadap Moh. Hosen dan Nai sudah masuk tahap II sejak Rabu (21/4). Sejak saat itu kewenangan penahanan sudah ada di kejaksaan. ”Dan pada saat itu juga kami lakukan penahanan,” katanya Jumat (23/4).

Baca juga: Ayah dan Guru-Gurunya

Putu mengungkapkan, penahanan dilakukan di dua tempat. Bisa di rutan dan tahanan Polres Bangkalan. Hosen dan Nai ditahan di polres. Jika tahanan polres sudah penuh, bisa dipindah ke rutan. Hal itu berlaku kepada narapidana yang sudah inkrah.

Sehari setelah menerima berkas dan tersangka, kejari melimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan. Saat ini menunggu jadwal sidang dari majelis hakim. ”Paling lama biasanya 14 hari. Paling cepat tujuh sampai sepuluh hari sudah bisa dijadwal persidangannya,” urai pria yang juga humas Kejari Bangkalan itu.

Sebelummnya, Hosen dan Nai dimintai tolong mengurus izin keramaian oleh warga yang hendak mengadakan acara pernikahan. Yakni, Muhyi yang akan menggelar orkes melayu, Senin malam (15/2). Menerima informasi tersebut, tim gabungan langsung melakukan pembubaran paksa.

Kedua orang itu sempat diamankan polisi khawatir dimassa. Sebab, mereka diduga menipu Muhyi. Karena merasa ditipu, Muhyi melaporkan kedua orang tersebut ke polres. Awalnya mereka dipanggil sebagai terlapor pada Selasa (16/3). Setelah diinterogasi, mereka ditetapkan tersangka dan ditahan. (rul)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news