alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Hilang 4 Hari, Balita Ditemukan Tewas di Sumur

Polisi Menduga Korban Sengaja Dibunuh

22 April 2021, 17: 35: 24 WIB | editor : Abdul Basri

MEMPRIHATINKAN: Petugas membawa jenazah Selfie Nur Indah Sari menuju kamar jenazah RSUD MA Sumenep untuk dilakukan otopsi kemarin.

MEMPRIHATINKAN: Petugas membawa jenazah Selfie Nur Indah Sari menuju kamar jenazah RSUD MA Sumenep untuk dilakukan otopsi kemarin. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Masyarakat Kecamatan Ambunten, Sumenep, digegerkan dengan penemuan mayat terbungkus karung kemarin (21/4). Jasad tersebut ditemukan di sumur dengan kedalaman sekitar 5 meter. Setelah ditelusuri, korban diketahui bernama Selfie Nur Indah Sari, 4, warga Desa Tambaagung Ares, Kecamatan Ambunten.

Anak yatim dari pasangan (alm) Abd. Ghani dengan Hamidah tersebut dinyatakan hilang sejak empat hari lalu atau sejak Minggu (18/4). Korban ditemukan warga dan aparat kepolisian yang sedang melakukan pencarian sekitar pukul 12.00 di sumur di Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten.

Informasi yang dihimpun koran ini, sejak dinyatakan hilang, setiap malam di rumah korban digelar pembacaan doa agar bisa segera ditemukan. Keluarga sangat terpukul karena Selfie Nur Indah Sari ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Selain terbungkus karung, ditemukan kain yang melilit leher dan membekap mulut korban. Kuat dugaan, bocah tersebut menjadi korban pembunuhan.

Baca juga: Joker Digital Printing Bagi-Bagi Takjil kepada Abang Becak

Kapolsek Ambunten AKP Junaidi membenarkan peristiwa penemuan bocah perempuan itu. Usai ditemukan, jajarannya langsung membawa jenazah korban untuk dilakukan otopsi ke RSUD dr H Moh. Anwar (RSUD MA) Sumenep. Sesuai hasil kesepakatan keluarga korban, akhirnya hanya dilakukan otopsi luar.

Korban ditemukan setelah empat hari dilaporkan hilang. Saat ditemukan, perhiasan yang dikenakan korban juga raib. Kasus tersebut kini sedang diselidiki Polsek Ambunten. ”Polisi sudah mengumpulkan hasil otopsi yang dilakukan pihak rumah sakit. Kami menduga korban sengaja dibunuh,” jelas Junaidi. (jun)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news