alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Kapolres: Satu Ditangkap, Dua Buron

Tersangka Kasus Pembunuhan Suliman di Paopale Laok

21 April 2021, 14: 45: 18 WIB | editor : Abdul Basri

PENGAWASAN KETAT: Haryanto (baju merah) saat press release di halaman belakang Mapolres Sampang kemarin.

PENGAWASAN KETAT: Haryanto (baju merah) saat press release di halaman belakang Mapolres Sampang kemarin. (MOH. IQBAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Kerja keras Satreskrim Polres Sampang patut diapresiasi. Kurang dari dua hari, polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan Suliman, warga Desa Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang. Buktinya, polisi mengamankan Hariyanto, warga Desa Bunten Timur, Kecamatan Ketapang, pada Jumat (16/4).

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz menuturkan, motif kasus pembunuhan tersebut, tersangka tersinggung dengan ucapan dan sikap korban. Dengan bantuan dua rekannya, tersangka mengeroyok korban. ”Hal itu berdasar pengakuan tersangka dan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan,” ucapnya.

Menurut Hafidz, sebelum kejadian, tersangka dan korban melewati jalan Dusun Manju Timur, Desa Paopale Laok. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor nopol M 3428 PA. Sedangkan tersangka bersama rekannya mengendarai mobil nopol M 1714 HE. Kemudian, keduanya berpapasan. Tersangka mengklakson korban berkali-kali karena enggan minggir.

Baca juga: Penetapan Gelar Pahlawan Nasional Diperkirakan 10 November

”Karena diklakson tidak mau minggir, korban ngomel kepada orang yang ada di mobil tersebut,” katanya.

Dia menjelaskan, tersangka sudah meminta maaf. Namun, korban malah mengajak duel. Tidak terima dengan perlakuan itu, tersangka mengambil celurit yang disimpan di mobil dan dibantu rekannya mengeroyok korban hingga meninggal. ”Itu keterangan sementara yang kami himpun dari tersangka,” lanjutnya.

Hafidz menuturkan, motif lain kasus pembunuhan tersebut masih didalami jajarannya. Sebab, jumlah saksi sangat minim. ”Masih terus didalami karena kami minim saksi,” papar alumnus Akpol 2000 yang pernah menjabat Kapolres Tebo, Polda Jambi, tersebut.

Dia menambahkan, tersangka ditangkap setelah polisi menemukan kartu identitas di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Karena itu, polisi langsung melakukan pengejaran dan akhirnya berhasil mengamankan tersangka di Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan. ”Kasus ini terungkap berkat kartu identitas tersangka yang ditemukan di TKP,” ungkap Hafidz.

Hingga saat ini, sambung Hafidz, polisi terus melakukan pengejaran terhadap dua rekan tersangka yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap Suliman. Keduanya sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) Satreskrim Polres Sampang.

”Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti (BB) berupa sepeda motor bernopol M 3428 PA dan mobil dengan nopol M 1714 HE. Termasuk celurit, baju korban, dan identitas tersangka,” ujarnya.

Sementara itu, keluarga korban berharap polisi segera menangkap semua pelaku pembunuhan Suliman. Sebab, sangat tidak mungkin jika pelaku pembunuhan hanya satu orang. ”Kami mendesak polisi mengungkap semua pelaku. Termasuk otak di balik kasus pembunuhan sadis tersebut,” harap adik korban yang juga menjabat Kepala Desa (Kades) Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Bahrahim.

Pria berkacamata itu juga mengungkapkan, sebelum kasus pembunuhan itu terjadi, rumah kakaknya sudah diintai oleh terduga pelaku. ”Mobil yang diamankan polisi saat kejadian mondar-mandir di depan rumah. Kemungkinan memantau kakak saya,” ucapnya saat mendatangi Mapolres Sampang.

Sekadar mengingatkan, tokoh masyarakat Dusun Gunung Kesan Timur, Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Suliman ditemukan tewas di tepi jalan Dusun Manju Timur pada Kamis (15/4) pukul 13.00. Pria berusia 48 tahun itu ditemukan meninggal dalam posisi tengkurap. Di punggungnya terdapat luka robek sabetan senjata tajam (sajam). (iqb)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news