alexametrics
Kamis, 06 May 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tewas Bersimbah Darah, Tokoh Masyarakat Tergeletak di Jalan

16 April 2021, 20: 01: 45 WIB | editor : Abdul Basri

Tewas Bersimbah Darah, Tokoh Masyarakat Tergeletak di Jalan

Share this      

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Warga Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang, geger kemarin (15/4). Mereka dihebohkan dengan meninggalnya Suliman, salah seorang tokoh masyarakat (tomas). Dia ditemukan tidak bernyawa di tepi jalan dengan luka bacok.

Menurut warga, sekitar pukul 13.00 Suliman yang merupakan warga Gunung Kesan Timur itu tergeletak di pinggir jalan. Punggungnya bersimbah darah karena dibacok orang tak dikenal. ”Ya, tadi sekitar pukul 13.00 Suliman ditemukan meninggal,” kata sumber Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Warga berinisial AR tersebut mengungkapkan Suliman merupakan tokoh masyarakat. Dia aktif sebagai pengurus ranting organisasi kepemudaan di Desa Paopale Laok. ”Suliman itu kakak kepala Desa Paopale Laok,” ucapnya.

Baca juga: Tingkatkan PAD dan Kurangi Penyimpangan

Laki-laki bertubuh tinggi itu tidak mengetahui siapa pelaku dan motif pembunuhan. Sebab, lokasi kejadian perkara (TKP) dengan rumahnya lumayan jauh. ”Saya tidak tahu karena apa, yang jelas dibunuh,” imbuhnya.

Kapolsek Ketapang AKP Ahmad Rahmatullah Dwi Nugroho mengungkapkan, lokasi Suliman tergeletak tak bernyawa di jalan Dusun Manju Timur, Desa Paopale Laok. Saat mendengar informasi tersebut, pihaknya langsung mendatangi TKP untuk memastikan kebenarannya. ”Ya, tadi kami langsung ke lapangan,” katanya.

Dwi Nugroho menjelaskan, korban merupakan tokoh masyarakat. Pria umur sekitar 48 tahun itu ditemukan meninggal dunia dalam posisi tubuh tengkurap dengan luka robek pada punggung bagian kiri. Di dekat kepalanya ditemukan sebilah celurit tanpa sarung. Tidak jauh dari TKP ditemukan dua kendaraan yang posisi bertabrakan.

Dua kendaraan itu, satu unit sepeda motor Yamaha RX-King hitam dengan nomor polisi M 3428 PA. Sepeda motor itu diduga milik korban. Sementara di dekatnya juga ditemukan satu unit Toyota Avanza merah metalik dengan nomor polisi M 1714 HE. ”Mobil itu kami duga milik pelaku,” ucapnya.

Saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi motif pembunuhan. Sebab, masih dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. ”Untuk penyelidikannya ini kewenangan reskrim,” ujarnya Dwi Nugroho.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Daryanto saat dikonfirmasi belum bisa memberikan komentar panjang mengenai peristiwa tersebut. Sebab, pihaknya belum mendapatkan laporan resmi. ”Saya masih belum mengetahui seperti apa. Petugas masih bekerja di lapangan,” singkatnya. (iqb)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news