alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Siswa Konvoi Kelulusan, Sekolah Kecolongan

11 April 2021, 18: 02: 49 WIB | editor : Abdul Basri

MENYIMPANG: Pelajar SLTA berkumpul di depan gerbang kompleks mercusuar, Sembilangan, Bangkalan, kemarin.

MENYIMPANG: Pelajar SLTA berkumpul di depan gerbang kompleks mercusuar, Sembilangan, Bangkalan, kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur belum memutuskan jadwal kelulusan peserta didik. Namun, siswa-siswi berkerumun merayakan kelulusan di Bangkalan kemarin (10/4). Ratusan pelajar menengah atas itu menggelar konvoi di sepanjang jalan raya Socah–Kamal.

Siswa putih abu-abu itu mencoret-coret seragam mereka. Mereka melintasi jalanan perkotaan menuju Desa/Kecamatan Socah. Ada pula yang datang dari arah Kamal. Lalu, berkumpul di dekat pintu gerbang kompleks mercusuar di Desa Sembilangan. Setelah berkumpul, siswa-siswi itu menuju ke arah barat.

Ketua Dewan Pendidikan Bangkalan Mustahal Rasyid mengaku prihatin adanya konvoi siswa SMA-SMK. Menurutnya, hal itu mencoreng dunia pendidikan. Dia meminta hal itu dijadikan koreksi Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Bangkalan. ”Tidak boleh terjadi lagi,” katanya.

Baca juga: BPBD Imbau Tetap Tenang

Dia menambahkan, konvoi ratusan siswa itu bisa diantisipasi oleh pemerintah melalui kepala sekolah. Namun saat ini tidak dilakukan. Sehingga, aksi coret-coret baju yang dilakukan siswa tidak bisa dibendung.

”Seharusnya sejak lama diantisipasi dengan meminta siswa untuk mengumpulkan seragamnnya. Dan yang masih layak bisa disumbangkan kepada yang tidak mampu,” imbuhnya. Mustahal meminta sekolah tidak hanya mencetak generasi yang mampu di bidang akademik, tetapi harus diimbangi dengan pengetahuan moral dan keagamaan.

”Masa depan siswa yang baru lulus masih panjang. Saya juga berharap polisi bertindak tegas kepada siswa yang konvoi,” pintanya.

Ketua MKKS SMK Negeri Bangkalan Herman Saleh mengatakan, antisipasi konvoi siswa dilakukan setiap tahun. Biasanya dilakukan sepekan sebelum pengumuman kelulusan. Salah satu antisipasi yang dilakukan untuk dengan menyampaikan informasi kelulusan secara daring.

Ketua MKKS SMK Swasta Bangkalan Muhdori A. Rahman mengaku tidak tahu konvoi siswa itu. Pihaknya berspekulasi konvoi sengaja dilakukan karena pengumuman kelulusan terjadi pada bulan Ramadan. Sementara saat ini akhir tahun ajaran sebelum Ramadan. ”Berarti ini kecolongan,” katanya.

Kasi SMA dan PK-PLK Cabdin Pendidikan Jatim Wilayah Bangkalan Moh. Fauzi mengatakan, informasi kelulusan belum diumumkan. Dia mengaku tidak tahu banyak siswa yang konvoi. ”Mungkin takut (kalau konvoi) pada bulan puasa. Makanya anak-anak mendahului,” ujarnya.

Pihaknya sudah menginstruksikan sekolah supaya mengantisipasi anak didik tidak melakukan konvoi. Bahkan, pihaknya juga bekerja sama dengan polres untuk meminimalkan konvoi kelulusan siswa. ”Kami menginstruksikan untuk mengadakan kegiatan yang bermanfaat,” ungkapnya.

Tahun ini pihaknya belum mengeluarkan imbauan ke sekolah. Sebab, belum ada jadwal pengumuman kelulusan. ”Karena kami biasanya kerja sama dengan binmas polres dan masing-masing polsek,” ungkapnya. ”Kami harap kepala sekolah lebih maksimal mengantisipasi konvoi kelulusan siswa,” imbaunya.

Kapolsek Socah AKP Lukas Efendi mengatakan, pihaknya mengamankan lima sepeda motor dan membawa tujuh siswa ke mapolsesk untuk diberi pembinan. Sebab, keberadaan mereka di jalanan mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas. ”Jalan raya milik orang banyak. Jangan mengganggu pengendara lain,” katanya.

Mantan Kapolsek Klampis itu berharap, tidak ada lagi kegiatan konvoi yang mengganggu pengendara. Pihaknya tidak ingin ada kejadian yang tidak diinginkan. Apalagi, saat ini masih dalam suasana pandemi. ”Jangan berkerumun dan harus menjaga prokes. Kami juga memiliki kewajiban moral mendidik dan mendewasakan adik-adik pelajar,” imbuhnya. (jup)

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news