alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Karena Uang, Leher Menantu Jadi Sasaran

11 April 2021, 18: 00: 34 WIB | editor : Abdul Basri

TERLUKA: Hori, korban pembacokan mertua menjalani perawatan medis.

TERLUKA: Hori, korban pembacokan mertua menjalani perawatan medis. (HUMAS POLRES FOR RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura ­– Bukiman, warga Dusun Sebelen, Desa Kelbung, Kecamatan Sepulu, Bangkalan, kalap. Pria 70 tahun itu membacok leher menantunya sendiri saat sedang sujud salat Magrib.

Sebelum insiden berdarah itu, pagi hingga siang Jumat (9/4), Bukiman menanyakan uang kiriman Ma’i dari Malaysia kepada istrinya, Marasi. Istrinya mengatakan tidak tahu menahu uang dari putranya itu. Lalu, menjelang magrib, Bukiman menanyakan lagi kepada putrinya, Kartina.

Perempuan 27 tahun itu tidak menjawab. Pertanyaan itu dijawab Hori, suami Kartina. Pria 30 tahun itu mengatakan tidak mengetahui kiriman uang tersebut. 

Baca juga: Polisi Tangkap DPO Kasus Asusila dan Penganiayaan di Jakarta

Mendapat jawaban tidak memuaskan, membuat Bukiman emosi. Saat itulah dia mengambil handmade calo’. Lalu, membacokkan senjata tajam (sajam) itu ke leher menantunya sekitar pukul 18.00. ”Saat itu korban sedang salat Magrib,” terang Kapolsek Sepulu AKP Buntoro kemarin (10/4).

Perwira pertama berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu menambahkan, pembacokan dilakukan pelaku pada saat korban salat dengan posisi sujud. Karena bacokan mertua itu sang menantu tidak melanjutkan salatnya. Hori sempat melawan dan merebut sajam di tangan mertua.

Berselang beberapa menit, Tabri, 50, juga ikut merebut calo’ yang dipegang kerabatnya itu. Selanjutnya Bukiman diamankan oleh keluarga dan tetangga. ”Korban sendiri dibawa ke Klinik Wardah di Desa Banyior, Kecamatan Sepulu,” urainya mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka bacok di pangkal leher kanan. Setelah itu korban dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk dilakukan perawatan lebih lanjut. ”Kejadiannya di dalam rumah. Sabetan sajam hanya sekali. Akibatnya, korban mengalami luka di leher bawah kanan panjang 15 sentimeter dan kedalaman 8 sentimeter,” papar Buntoro.

Buntoro menambahkan, mengenai uang yang menjadi objek masalah Bukiman masih didalami. Polisi masih mencari tahu apakah Ma’i benar-benar mengirim uang untuk orang tuanya. Termasuk jumlah uang yang dikirim dari Malaysia itu.

Atas perbuatannya, Bukiman disangka melanggar pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Barang bukti (BB) diamankan polisi sebilah sajam terbuat dari besi dan gagang kayu. 

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news