alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

Transaksi Dagang Jatim-Malut Tembus Setengah Triliun

09 April 2021, 00: 17: 59 WIB | editor : Haryanto

KREATIF: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau stan di Malut, Kamis (8/4).

KREATIF: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau stan di Malut, Kamis (8/4). (Biro Humas dan Protokol Setprov Jatim for RadarMadura.id)

Share this      

MALUKU UTARA - Pemprov Jawa Timur (Jatim) kembali menggelar Misi Dagang. Mempertemukan pengusaha Jatim dengan pengusaha asal Maluku Utara (Malut). Total transaksinya mencapai Rp 500,2 miliar.

Untuk meningkatkan misi dagang, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membuat MoU bersama Gubernur Malut Abdul Ghani Kasubah. Acara tersebut digelar di Hotel Sahid Bella, Kota Ternate, Malut, Kamis (8/4).

Penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) meliputi sektor perindustrian, pemberdayaan koperasi dan UMKM. Termasuk kerja sama di bidang perijinan.

Baca juga: Cetak 438 Wisudawan, Kini Punya Guru Besar

Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pelaksanaan Misi Dagang diharapkan bisa meningkatkan transaksi potensi perdagangan. Apalagi hubungan dagang Jatim dan Malut  sudah terjalin sejak lama.

"Tahun 2020 transaksi perdagangan produk dari Jatim ke Malut mencapai Rp 1,3 triliun. Sedangkan dari Malut ke Jatim mencapai Rp 930 miliar," katanya.

Menurutnya, market pasar Jatim sangat potensial dengan jumlah penduduk hampir 41 juta orang. Banyak bahan baku industri yang dibutuhkan Jatim ada di Malut. Seperti rempah-rempah dan bahan baku ternak.

"Di Jatim kami sedang mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan tambang nikel serta hilirnya ada di Malut. Tentunya, ini bisa menjadi potensi komoditas perdagangan yang bisa dioptimalkan," ucapnya.

Dia mengungkapkan, Malut juga banyak membutuhkan produk pertanian dan peternakan Jatim. Seperti daging ayam beku, telur ayam, beras organik, baja, besi. Pemenuhan kebutuhan perdagangan harus terjalin baik.

"Alhamdulillah sampai pukul 16.00 WIT, transaksi yang sudah tercatat mencapai Rp 500.212.860.000. Ini menunjukkan potensialnya perdagangan antara Jatim dan Malut," imbuhnya.

Khofifah berharap, ke depan hubungan Jatim dan Malut tidak hanya perdagangan saja. Tapi bisa melebar kepada industri kreatif dan penguatan SDM. Terlebih, KemenpanRB dan LAN RI menunjuk BPSDM Jatim sebagai pelopor corporate university (corpu).

"Jadi lewat misi dagang dan investasi, kita harapkan mampu menciptakan win-win profit antara dua provinsi," pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Malut Abdul Ghani Kasubah menyambut positif gelaran Misi Dagang dan Investasi yang diinisiasi oleh Pemprov Jatim. Diharapkan kegiatan tersebut bisa menjadi pemicu peningkatan kesejahteraan warga Malut.

"Potensi kita besar di rempah-rempah. Tentu kita berharap Jatim menjadi pasar yang strategis. Kita terus mendorong sektor perdagangan agar bisa meningkatkan PAD," harapnya. (bam)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news