alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features
Sisi Lain dari Wisuda Perdana Luring IAIN Madura

Cetak 438 Wisudawan, Kini Punya Guru Besar

08 April 2021, 14: 49: 54 WIB | editor : Abdul Basri

FIGUR: Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim menyampaikan sambutan pada acara sidang terbuka Wisuda Sarjana ke-30 dan Magister ke-10 kemarin.

FIGUR: Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim menyampaikan sambutan pada acara sidang terbuka Wisuda Sarjana ke-30 dan Magister ke-10 kemarin. (ONGKY ARISTA UA./RadarMadura.id)

Share this      

Prosesi Wisuda Sarjana ke-30 dan Magister ke-10 IAIN Madura kemarin (7/4) istimewa. Selain karena berhasil mencetak 400 sarjana dan 38 magister, untuk pertama kalinya sidang terbuka senat tersebut disaksikan Guru Besar Studi Islam.

ONGKY ARISTA UA, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

AUDITORIUM Center Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Madura menjadi tempat bersejarah bagi ratusan mahasiswa. Sebab, impian mereka menyandang gelar sarjana (S-1) dan magister (S-2) terwujud kemarin ((7/4). Itu setelah mereka mengikuti Sidang Terbuka Senat IAIN Madura Wisuda Sarjana ke-30 dan Magister ke-10 di kampus yang terletak di Jalan Raya Panglegur, Pamekasan.

Baca juga: Komitmen Majukan Olahraga dan Berprestasi

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), wisuda yang digelar secara tatap muka itu tidak memperbolehkan wisudawan membawa wali atau keluarga. Jumlah mahasiswa yang diwisuda sebanyak 438 orang. Perinciannya, 400 orang peserta wisuda S-1 dan 38 lainnya S-2. Ke-400 mahasiswa yang diwisuda berasal dari 16 program studi (prodi).

Yakni, 27 orang di prodi Pendidikan Agama Islam, 8 orang di Pendidikan Bahasa Arab, 27 orang dari Tadris Bahasa Inggris, 45 dari Manajemen Pendidikan Islam, 21 orang dari Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, dan 18 orang dari prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Kemudian, 24 orang dari Tadris Bahasa Indonesia, 54 orang dari Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, 25 orang dari Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, 14 orang dari Hukum Keluarga Islam, 23 orang dari Hukum Ekonomi Syariah, 44 dari Perbankan Syariah, dan 42 orang dari Ekonomi Syariah.

Selain itu, terdapat 14 orang dari Prodi Akuntansi Syariah, 7 orang dari Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta 7 orang dari Komunikasi dan Penyiaran Islam. Sementara peserta wisuda program magister berasal dari dua prodi. Yakni 28 orang dari Magister Pendidikan Agama Islam dan 10 orang dari Magister Hukum Keluarga Islam.

Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim kepada JPRM mengatakan, prosesi wisuda sarjana dan pascasarjana digelar secara tatap muka atau luar jaringan (luring). Prosesi kali ini berbeda dengan wisuda sebelumnya. Sebab, hanya perwakilan saja yang datang ke tempat wisuda, selebihnya mengikuti via dalam jaringan (daring).

”Kasus Covid-19 di Pamekasan mulai menurun. Karena itu, kami menggelar wisuda secara langsung. Wisuda ini digelar sesuai protokol kesehatan (prokes) dan tidak boleh diikuti oleh orang tua,” imbuhnya.

Mohammad Kosim mengatakan, ada dua hal yang harus selalu diingat oleh mereka yang lulus dari IAIN Madura. Pertama, tidak boleh mengenal batas waktu untuk belajar. Yang lulus sarjana harus terus melanjutkan kuliah ke program S-2 sementara yang lulus S-2 dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

”Kedua, lulusan IAIN Madura harus memegang asas untuk selalu memberi manfaat kepada manusia lainnya di segala lini kehidupan. Di antara mereka sudah ada yang menjadi kiai, ustad atau guru, dan tinggal melanjutkan atau terus menyatu dengan masyarakat,” sarannya.

Dijelaskan, sidang terbuka wisuda kali ini ada yang istimewa. Jika tahun sebelumnya kursi guru besar belum terisi, tahun ini sudah terisi. ”Mulai sekarang, anggota senat IAIN Madura sudah ada dari unsur guru besar. Guru besar dimaksud adalah Prof. Dr. H. M. Asy’ari, M.Ag. Dia pindahan tugas dari IAIN Palu ke IAIN Madura. Asli orang Sumenep,” tuturnya.

Dijelaskan, Prof. Asy’ari nanti bakal mengampu mata kuliah Bahasa Arab dan Studi Islam. ”Keberadaan guru besar diharapkan bisa menjadi pemicu bagi dosen-dosen lain menjadi guru besar. Beliau sudah masuk mulai Maret,” pungkasnya. (*)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news