alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep
Kemenag Minta Kasus BOP Diusut

205 Ponpes di Sumenep Tercatat sebagai Penerima Bantuan

07 April 2021, 19: 42: 05 WIB | editor : Abdul Basri

ilustrasi

ilustrasi

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Realisasi program dana bantuan operasional pendidikan (BOP) pondok pesantren (ponpes) di Sumenep diduga banyak yang fiktif dan amburadul. Bahkan, data lembaga penerima dana BOP di Sumenep ada yang dobel. Karena sudah bikin gaduh, Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep meminta kasus tersebut dilacak dan diusut tuntas.

Plt Kasi PD Pontren Kemenag Sumenep Moh. Rifaie Hasyim menerangkan, dana BOP ponpes diberikan dalam tiga tahap. Penerima dana BOP setiap tahap juga berbeda. Dia mengaku, data penerima dana BOP di Sumenep ada yang dobel. Karena itu, institusinya merekomendasikan ke pihak bank tidak mencairkan dana BOP jika lembaga penerima dobel.

”Mestinya, jika sudah menerima dana BOP pada tahap pertama, nama lembaga tersebut tidak muncul lagi pada pencairan dana BOP tahap kedua,” tegasnya.

Baca juga: Bupati dan Waaster Panglima TNI Hadiri Pembukaan Aksi Bela Negara

Moh. Rifaie Hasyim mengungkappkan, nominal dana BOP yang dikucurkan pada ponpes terbagi dalam tiga kategori. Pertama Rp 25 juta, kedua Rp 40 juta, dan paling besar Rp 50 juta. Jumlah bantuan yang diterima disesuaikan dengan jumlah santri yang ada di ponpes tersebut. ”Untuk dana BOP ponpes kami belum tahu siapa yang mengajukan. Kami minta dilacak karena sudah bikin gaduh,” pintanya.

Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), penerima dana BOP dari kalangan ponpes di Kabupaten Sumenep sebanyak 205 lembaga. Catatan koran ini, sejumlah ponpes ternama tercatat sebagai penerima dana BOP. Misalnya, Ponpes Annuqayah Daerah Karang Anyar, Annuqayah Nirmala, Kebun Jeruk Annuqayah, dan Annuqayah Daerah Late.

Bahkan, Ponpes Putra II Al Amien (TMI) dan sejumlah ponpes di wilayah Kecamatan Kota Sumenep juga tercatat sebagai penerima dana BOP. Tak terkecuali, Ponpes Aqidah Usymuni. ”Saya yakin, ada mafia bantuan sosial (bansos) yang bermain secara masif dalam program dana BOP. Harus diusut tuntas,” kata Ketua LKBH IAIN Madura Sulaisi Abdurrazaq.

Menurut Sulaisi Abdurrazaq, ada beberapa lembaga yang juga sudah melapor kepadanya mengenai dana BOP tersebut. Menurut dia, modus yang dilakukan mafia itu mendaftarkan lembaga milik orang lain. Setelah lembaga tersebut ditetapkan sebagai penerima dana BOP, lembaga itu didatangi oleh para pelaku.

Saat itu, sambung Sulaisi Abdurrazaq, pelaku menginformasikan kepada pemilik lembaga bahwa ada program dana BOP. Jika berminat, pelaku menyatakan akan mengupayakan lembaga tersebut mendapat program dana BOP. Namun, pelaku memberlakukan syarat yang harus disepakati pemilik lembaga.

”Para mafia bansos ini punya daftar nama penerima program dana BOP. Karena itu, tak heran jika banyak lembaga penerima dana BOP di Sumenep terkejut saat lembaganya masuk daftar penerima dana BOP karena tidak pernah mengajukan. Saya yakin, ponpes besar di Sumenep banyak yang tak mengajukan. Seperti yang dialami Ponpes Annuqayah Daerah Lubangsa,” paparnya.

Sulaisi Abdurrazaq mengaku belum mengklarifikasi terhadap pengelola ponpes besar lainnya di Sumenep. ”Kami nanti akan mendalami dan mendata. Kami akan minta klarifikasi ke ponpes tersebut, apakah benar-benar mengajukan dan sudah menerima dana BOP atau seperti apa,” paparnya. 

(mr/rus/yan/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news