alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Waduh! Tim Gabungan Temukan Jimat Saat Geledah Rutan Bangkalan

07 April 2021, 01: 12: 31 WIB | editor : Haryanto

TUNJUKKAN TEMUAN: Kepala Rutan Kelas IIB Bangkalan (dua dari kanan) menunjukkan jimat usai geledah sel yang ditempati WB, Selasa malam (6/4).

TUNJUKKAN TEMUAN: Kepala Rutan Kelas IIB Bangkalan (dua dari kanan) menunjukkan jimat usai geledah sel yang ditempati WB, Selasa malam (6/4). (Vivin Agustin Hartono/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN - Tim gabungan yang terdiri petugas Rutan Kelas IIB Bangkalan bersama personel TNI-Polri melakukan penggeledahan di sel yang ditempati warga binaan (WB), Senin malam (6/4). Hasilnya, berbagai barang terlarang berhasil ditemukan. Salah satunya jimat.

Kepala Rutan Kelas IIB Bangkalan Mufakhom mengatakan, semua rutan dan lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jawa Timur (Jatim) melakukan penggeledahan. Kegiatan itu dilakukan berdasar instruksi pemerintah pusat menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57 pada 27 April mendatang.

"Kami dibantu rekan-rekan dari polres dan Kodim 0829 Bangkalan," ucapnya.

Baca juga: Sebelas Hari, Polisi Ciduk 168 Tersangka

Menurutnya, terdapat beberapa jenis barang terlarang yang berhasil diamankan dari sel yang ditempati WB.  Di antaranya, kaleng rokok, kaleng cat, kawat berduri, silet, pasta gigi yang dimodifikasi menjadi alat tusuk, kaca dan jimat. Dia berjanji secepatnya melakukan pemusnahan barang-barang terlarang tersebut.

"Besok (Selasa 7/4, Red) akan kami buatkan berita acara pemusnahan," ujarnya.

Mufakhom mengaku, Kepala Kanwil Kemenhumham Jatim menginstruksikan seluruh rutan dan lapas steril dari barang-barang terlarang. Di antaranya,  handphone (HP), narkoba dan praktek pungutan liar (Pungli) di rutan dan lapas.

Mufakhom mengklaim jajarannya selama ini sering melakukan penggeledahan di sel yang dihuni WB. Bahkan, sudah membentuk satuan operasional kepatuhan internal yang bertugas untuk meningkatkan kepatuhan dan ketertiban WB.

Bagaimana barang itu bisa dikuasai WB?, Mufakhom mengklaim kaleng yang diamankan merupakan kaleng bekas cat yang digunakan untuk renovasi. Namun sebelum dibersihkan, diambil oleh WB.

"Pasti ada teguran (bagi WB yang memiliki barang terlarang, Red). Tetapi pelanggaran yang kami temukan tidak terlalu berat," imbuhnya.

Meski begitu, Mufakhom enggan institusinya disebut kecolongan setelah banyak menemukan barang terlarang di sel yang ditempati WB.  Alasannya, tidak semua barang yang disita tim gabungan berupa benda tajam dan membahayakan.

"Seperti hal ini, sikat gigi tetapi ditajamkan," tuturnya.

Mufakhom tidak memungkiri jumlah anak buahnya tidak sebanding dengan WB yang mendekam di rutan. Jumlah WB saat ini sebanyak 326 orang, sementara petugasnya 116 orang. Institusinya juga dibantu lima petugas regu.

"Pengawasannya tidak sebanding," tandasnya. (jup)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news